Berdiri antara tonggak berlampu
Kudengar angin pun langsir
Terusir desir
: dingin itu telah runduk di muka pintu
Hujan pun perlahan turun
Makin hijau
Makin menderam deruMu dulu
: sebelum huruf-huruf jantungKu
senyap
tersekap setiap makna
dalam vakum cahaya
1993
=ARIF BAGUS PRASETYO=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar