Tampilkan postingan dengan label ISKANDAR YUSUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISKANDAR YUSUF. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

AKU MENGERTI, KITA MASIH ADA RASA karya : Iskandar Yusuf

Aku bersandar di pagar dermaga

menahan dahaga di jiwa raga

seperti kapal yang lego jangkar 

angin letih bermain di riak ombak

 

Tak lagi ingin bermegah angan

liuk gelombang laut menari lirih

tergoda buaian rayu sayap burung camar

angin-laut-camar menyamarkan harap ku

 

Diantara layar perahu layar

aku melihat gambaran samar wajahmu

buram tertutup buih garam semalam

dua ujung buritan dan haluan 

walau satu perahu tapi tak bertemu

seperti bulan dan matahari

berputar di sumbu bumi yang sama

tak dapat disatukan oleh siang dan malam

apa yang aku katakan

apa yang aku maksud

terputus di ujung lidah

 

Aku bersandar di pagar dermaga

menahan dahaga di jiwa raga

penderitaan diam makin tertutup

dalam bungkus air mata

 

Aku ingin tidur dan bermimpi

meski kau tak pernah ada 

disetiap malam yang aku punya

aku juga ingin berceritera

tentang bukan siapa-siapa

walau kita ada didua alam berbeda

 

Ombak kecil bermain menyentuh 

di lambung perahu sebelah kiri

menyatu dalam dua zat berbeda

selalu sejalan kemana pun pergi

ketika tulang rusuk kiriku masih utuh

kau ada dalam zat yang sama denganku

setelah kau berwujud

dan mengenal hasrat

kau tinggalkan aku menahan birahi

 

Aku masih bersandar di pagar dermaga

menahan dahaga di jiwa raga

membersihkan cinta dengan air mata 

akan selamanya murni dan indah




=ISKANDAR YUSUF=

ASMARA DI DADA karya : Iskandar Yusuf

Di saat doaku bersekutu dengan jiwamu

aku melihat keindahan dalam alam

seperti hidup yang datang dari kedalaman laut memberi warna pelangi di kehidupan

jangan menggambar garis kepedihan di ranjangmu 

 

Anginku membawa kasih

malam tidak akan percaya tentang cerita kita

karena tidak tahu bahwa cinta kita yang tumbuh tanpa bantuan musim

aku akan menjadi apa yang kau inginkan kekasihku

sebab kecantikanmu bagai sinar surga yang menerangi terowongan suci cinta kita

di tanah merah ini aku tumpahkan darah hitam kelahiran

kemarau memaksa keringatku jatuh ke dalam mata terasa perih

 

Kau hapus jejak sendiri 

meski cakrawala kita berbeda walau hidup dilangit yang sama

semakin dalam aku untuk memahamimu

cinta adalah panggilan yang tidak bisa di wakilkan

rahasia yang menakutkan tetapi 

juga rahasia ke ajaiban yang menarik..




=ISKANDAR YUSUF=

AH KAMU !! karya : Iskandar Yusuf

Kata yang kau tinggalkan

bagai sembilu memutus tali jantung

denyut nafas terakhir terasa di ujung rambut

angan runtuh menyentuh luka hati

mendung pecah di sudut mata

ku tampung air mata sendiri

ku hapus jejak penyesalan

malam ku merayu sepi

biarlah aku sunyi sendiri 

dan merebahkan harapan yang letih

 

Di dadaku masih ada garis merah bibirmu melekat

ah..

kamu memang nakal!




=ISKANDAR YUSUF=

AKU DAN JIWAMU karya : Iskandar Yusuf

Daun jatuh luruh menangis bumi tertusuk di pangkal akar

fajar membuka rahasia embun di ranting kering

diskriminitatif yang lahir dari pikiran menghanyutkan harapan di sungai tak muara

satu-satu tiang api langit runtuh membakar sayap tipis

benang takdir putus tersandung di langkah sungsang

nyanyian rindu terasa sumbang ketika garis mata kekasih tak lagi lurus menimbang

kemunculan hal-hal berubah sesuai dengan emosi

sementara keajaiban benar-benar ada dalam dirimu sendiri

 

Apakah kau mendengar suara jiwa mengharap

jangan letih dan menyerah kekasih

sebab basah tidak akan membuat orang tenggelam ketakutan




=ISKANDAR YUSUF=

AKU TELAH MENGERTI RAHASIA INI karya : Iskandar Yusuf

Kujelang kau diantara kabut pagi berbagi harap

gejolak malamku

angkatlah wajahmu satu jariku ingin menyentuh keningmu

aku telah mengerti rahasia bibirmu

berkatalah mengapa diam menanti waktu berjarak

aku ingin mengajakmu disebuah malam

bercakap menikmati resah dan desahanmu

serta memainkan rambutmu dan meremas-remas jemarimu

aku tak mau tubuhku kering dan berkeping-keping

jangan berhenti seluruh tanya jawab kita dengan ledakan keputusasaan

...

 

Aku benar-benar tak tahu bagaimana harus mengakhiri ini

tetapi jelas aku tak bisa bertahan!




=ISKANDAR YUSUF=

 

Jumat, 04 September 2015

AKU MULAI RAGU karya : Iskandar Yusuf

Ku tarik garis rintihan mu untuk aku sembunyikan di ilalang bukit sanjungan
ku jaga sesak di nafas mu dan aku gubah dalam symphoni bara asmara
dua bola matamu redup bagai bintang pagi yang di tinggal cumbu semalam
rasa cintamu yang kurasakan telah menyempurnakan kesetiaanku padamu
kau adalah cahaya suci yang menerobos menerangi lorong gelap kehidupanku

Kekasih
beri aku waktu menghitung jarak yang berjarak sebelum berjalan menembus batas
disebabkan hasratmu mendesak semakin menggoda
aku kuatir tersesat dirayu bibirmu atau mungkin birahiku tergelincir di licin tubuhmu



=ISKANDAR YUSUF=

LIHATLAH AKU karya : Iskandar Yusuf

Lihatlah aku
pelajarilah wajah ku
dan bacalah dari wajah itu
apa yang ingin kau ketahui yang tidak dapat aku katakan

Lihatlah aku
bergerak letih bagai sayap burung hantu terkulai patah
hati yang tidak akan berubah karena musim dan waktu
cinta yang datang dalam mimpiku
dan pergi saat aku terjaga
maut yang akan kembali menyatukan kita
dan cintaku terbawa mati dalam keabadianmu
penyiksaan terdiam ketika kita duduk dalam hening
bagai pilar gedung tua tersungkup awan malam
tak ada kata bercerita karena sepi menghimpit ujung lidah
tidak ada lagi di antara kita yang harus di katakan

Adinda
mendekat lah pada ku biarkan malam menjadi cemburu
kejujuran mu telah membuka rahasia hati ku




=ISKANDAR YUSUF=

HASRAT SEMALAM karya : Iskandar Yusuf

Daun jatuh luruh menangis bumi tertusuk di pangkal akar
fajar membuka rahasia embun di ranting kering
diskriminitatif yang lahir dari pikiran
menghanyutkan harapan di sungai tak bermuara
satu-satu tiang api langit runtuh membakar sayap tipis
benang takdir putus tersandung di langkah sungsang

Nyanyian rindu terasa sumbang
ketika garis mata kekasih tak lagi lurus menimbang
kemunculan hal-hal berubah sesuai dengan emosi
sementara keajaiban benar-benar ada dalam dirimu sendiri apakah kau mendengar suara jiwa mengharap

Jangan letih dan menyerah kekasih-ku
sebab basah tidak akan membuat orang tenggelam ketakutan




=ISKANDAR YUSUF=

CINTA DAN KEMATIAN karya : Iskandar Yusuf

Marilah kekasih kita berjalan
melalui jalan terjal dengan yakin
dengan mata kita menghadapi matahari
derak ranting yang akarnya menusuk dada bumi
tak lagi bercerita tentang misteri kubur
kesunyian menjaga nisan membuka tabir rahasia Tuhan
dalam kegelapan peti mati
desah kehidupan membelenggu kebebasanku
bermain dengan kematian itu..

Bangkitlah dan mari duduk diranjangku
cinta telah meberikan ketegaran indah untuk berkata
jadilah cinta menara di tengah laut
sehingga kita tidak dapat melihat kerangka dan tengkorak
di goa batu Golgota..

Lihatlah air mata bergulir bermuara di sudut mata
cinta memberikan pemahaman tentang makna kebahagian
dan kekecewaan
betapa waktu mengubah aku
dan meninggalkanku dalam reruntuhan jiwa

Kekasih
jangan biarkan kematian menghentikan perjalanan kita..



=ISKANDAR YUSUF=

AKU SUNYI SENDIRI karya : Iskandar Yusuf

Betapa terpencilnya diriku kini
air mata tak pernah terhentikan
seperti aliran sungai tak bermuara
apa yang dapat kunyatakan kepadamu kini
ketika gelisah jiwa ber irama sumbang
di dadaku ada gempa kecil menggungcang hati
yang tak bernyali lagi..

Meski tidak selama-lamanya Tuhan mengucilkan aku

Ingin aku meraba segarnya pipimu
jemariku kaku
ingin aku mendengar desahmu
gendang telingaku retak
ingin aku peluk hangat tubuhmu
tanganku lumpuh
ingin aku mencintaimu
jiwaku layu
ingin ku tolak kematian ini
waktuku telah tiba

Maafkan kekasih
aku belum sempat mencintaimu dengan jujur!




=ISKANDAR YUSUF=

R.I.P karya : Iskandar Yusuf

Marilah kekasih kita berjalan
melalui jalan terjal dengan yakin
dengan mata kita menghadapi matahari
derak ranting yang akarnya menusuk dada bumi
sehingga kita tidak lagi melihat kerangka dan tengkorak
di goa batu Golgota..

Bangkitlah dan mari duduk di ranjangku
cinta memberikan pemahaman tentang makna kebahagian
dan kekecewaan
cinta telah meberikan ketegaran indah untuk berkata
jadilah cinta menara di tengah laut
lihatlah air mata bergulir di sudut mata
betapa waktu mengubah dan meninggalkan aku dalam reruntuhan jiwa

Aku tak lagi bercerita tentang misteri kubur
kesunyian menjaga nisan membuka tabir rahasia Tuhan
di dalam kegelapan peti mati
desah kehidupan membelenggu kebebasanku
bermain dengan kematian itu..

Kekasih
jangan biarkan kematian menghentikan perjalanan kita..




=ISKANDAR YUSUF=

ALENA karya : Iskandar Yusuf

Diatas tiang langit aku taruh tabir nasib
di punggung bumi aku benam misteri kehidupan
garis langkah adalah garis nurani yang harus kutempuh
meski aku harus terperangkap oleh cumbuan angin yang bergerak
di peraduan malam kutunggu ceritera bukan tentang Medusa dan Zeus
tetapi ceritera tentang aku dan hasratmu

Aku lelaki yang sebenarnya tumbuh dalam bayang-bayang dongeng mu
aku hidup untuk menghibur dan menyenangkan dusta mu

Alena..
aku tidak lagi melihat cicinku di jari manismu!




=ISKANDAR YUSUF=