Tampilkan postingan dengan label ANDREA HIRATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANDREA HIRATA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2015

BULAN DI ATAS KOTA KECILKU YANG DITINGGALKAN ZAMAN karya : Andrea Hirata

 

Orang-asing

Orang asing

Seseorang yang asing

Berdiri di dalam cermin

Tak kupercaya aku pada pandanganku

Begitu banyak cinta telah mengambil dariku

 

Aku kesepian

Aku kesepian di keramaian

Mengeluarkanmu dari ingatan

Bak menceraikan angin dari awan

 

Takut

Takut

Aku sangat takut

Kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki

Gila, gila rasanya

Gila karena cemburu buta

Yang tersisa hanya kenangan

Saat kau meninggalkanku sendirian

Di bawah rembulan yang menyinari kota kecilku

   yang ditinggalkan zaman

Sejauh yang dapat kukenang

Cinta tak pernah lagi datang

 

Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman

Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman

 


=ANDREA HIRATA=

(dalam Padang Bulan)

SERIBU LIMA RATUS PERAK karya : Andrea Hirata

Kutengok di televisi

Kebenaran di Jakarta mahal sekali

Para koruptor pintar sembunyi

Padahal nyata-nyata, mereka telah mencuri

Kawan, di kampung kami

Kebenaran harganya hanya seribu lima ratus perak

Warnanya hitam, tergenang di dalam gelas,

   saban pagi



=ANDREA HIRATA=

(dalam Cinta di Dalam Gelas)

TAK TERGENGGAM karya : Andrea Hirata

Cinta, ditaburkan dari langit

Pria dan wanita menengadahkan tangan

Berebut-rebut menangkapnya

Banyak yang mendapat seangkam

Banyak yang mendapat segantang

Semakin banyak

Semakin tak tergenggam



=ANDREA HIRATA=

(dalam Cinta di Dalam Gelas)

 

PELUK karya : Andrea Hirata

Disebabkan karena kau terlalu malu

Dengan penuh gengsi kau berbalik,

   dia pun berlalu

Rasakan itu olehmu, sekarang baru kau tahu

Bahwa semua keindahan di dunia ini

   berkelabat dengan cepat

Dan hukum-hukum Tuhan ditulis

   sebelum telepon dibuat

Orang-orang indah yang kautemukan di pasar,

   stasiun, terminal, dan tikungan

Kekasih, kemewahan mutiara raja brana,

   kemilau galena dan intan berlian

Semuanya akan meninggalkanmu

Kecuali secangkir kopi

Dia ada di situ, tetap di situ, hangat,

   dan selalu dapat dipeluk

 


=ANDREA HIRATA=

(dalam Cinta di Dalam Gelas)

ADA karya : Andrea Hirata

Tahukah dirimu, Kawan?

Dalam serpih-serpih cahaya

Dan gerak-gerik halus benda-benda

Tersimpan rahasia

Mengapa kita ini ada



=ANDREA HIRATA=

LINTANG karya : Andrea Hirata

Dengan pisau lipat

Kuukir pelan-pelan

Kalimat yang dalam

Dari perasaanku yang larat

Karena hormatku yang sarat

Untuk pesona persahabatan dan kecerdasan

Lintang, Lintang, hatimu yang benderang

Qui genus humanum ingenio superavit

Manusia genius tiada tara

 




=ANDREA HIRATA=

LAUT karya : Andrea Hirata

Horizon, horizon setelah itu, tak ada hal lain

Horizon di langit dan horizon sejauh

            jangkau pandang

Muara menyempit, delta mengerut

Hutan lindap, daratan kelabu

Lalu laut, laut seluas langit

Datar, tetap, tak berhingga, biru mendebarkan

 


=ANDREA HIRATA=

SENYUM karya : Andrea Hirata

Siapa yang menabur senyum

Dialah yang akan menuai cinta

 



=ANDREA HIRATA=

Rabu, 05 Agustus 2015

RAHASIA karya : Andrea Hirata

Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan

Buah paling manis dari berani bermimpi

Adalah kejadian-kejadian menakjubkan

Dalam perjalanan menggapainya

 



=ANDREA HIRATA=

SEPERTI karya : Andrea Hirata

Seperti puisi yang kautuliskan

Seperti nyanyi yang kaulantunkan

Seperti senyum yang kausunggingkan

Seperti pandang yang kaukerlingkan

Seperti cinta yang kauberikan

Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup

 



=ANDREA HIRATA=

TAK TAHU DIMANA karya : Andrea Hirata

 

Tak tahu engkau di mana

Tapi, kulihat dirimu, di antara bayang pohon willow

Kudengar suaramu, dalam riak Sungai Darrow

Dan kucium dirimu, dalam angin yang berembus dari utara

 


=ANDREA HIRATA=

Minggu, 26 Juli 2015

PUISI karya : Andrea hirata

Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi

Semilir di pagi hari

Meriang jika siang

Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam 



=ANDREA HIRATA=