Tampilkan postingan dengan label SUJIWO TEJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUJIWO TEJO. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2015

PADA SUATU KETIKA karya : Sujiwo Tejo

Orang orang bertanya kapan angkara murka berakhir
Diantara kau dan aku
Tersebar daun daun kara
Bersabarlah untuk sementara waktu
Suatu ketika, dinda
Pada suatu ketika

Doaku semoga
Semakin berkurang korban jiwa raga
Pengakhir angkara murka
Pada suatu ketika




=SUJIWO TEJO=

STASIUN TUAKU karya : Sujiwo Tejo

Rembulan di atas stasiun tua
Di sudut kota kutanya kapan tiba
Saat lampu lampunya padam
Menjadi cuma siluet
Peluit kereta datang
Mungkin mengangkut kenanganku
Dari jauh kucari cari
Di antara turun penumpang

 

Bulan teranglah lebih terang
Malam itu
Agar aku s’makin terang
Menerawang
Kenanganku
Di antara manusia manusia

 




=SUJIWO TEJO=

OH RAMA OH SHINTA karya : Sujiwo Tejo

Kisah terjadi, Kekasih
Di peraduan malam syahdu
Di peraduan raja dan permaisuri
Berdua bicara binatang di tengah belantara
Sang permaisuri, Kekasih
Terpesona kijang kencana
Kijangnya loncat loncat
Meloncat tak kembali
Tak mau diburu pendekar cintanya

 

Kijang menjauh, Oh Juwita
Jauh jengkal jangkauan raja
Sang raja pergi tinggalkan permaisuri
Berburu binatang dan pantang kembali
Sampai nanti
Sampailah senja, Oh Juwita
Matahari di peraduan
Di peraduan basah mata Sang Dewi
Menanti tibanya pendekar cintanya

 

Bulan pun tahun, berganti
Tiada kabar tentang Sang Raja
Tiada tertahan pemaisuri menyusul
Menyusuri riuh gemuruh kali di belantara
Sang permaisuri, Kekasih
Tersesat berjumpa pemuda
Yang kekasihnya mati
Tinggalkan kekasihnya
Tertancap panah pendekar cintanya

 




=SUJIWO TEJO=

ANYAM ANYAMAN NYAMAN II karya : Sujiwo Tejo

nyaman nyaman duka citaku
Sulam sulaman sulaman duka
Suka dukaku, duka citaku
Tisik tisikan tisiskan kasih
kasihan duka, duka citaku *)

 

Semesta semesranya
S’raya bertabur sapa
S’raya bertabur suka
Serayakan nestapa

 

Kadang dangkal kadang janggal
Jengkal jengkal jelajah kaki
kaki kami kakikan
Dekat degup detak denyut
Debar desir jantungku
Ketika tak ketika tak
Kata kata tak kita ketikkan
Tak kita titikkan
Kata kata ketakutan




=SUJIWO TEJO=

GUGUR BISMA karya : Sujiwo Tejo

(Pada kancah Baratayuda
Pada kancah perang besarmu hari ini
Bisma, jiwa besar pada sekeping kaca
Setiap saat Engkau berkaca.
.. GUGUR)

 

Kang pungkasan pitungkase kang masmu
Kandaku kang pegat pegat tan biso runtut
Kanthi muncrate getih pating deleweran
Dadaku kang kejet kejet tan biso muwus
 *)

 

Usai usiamu kasihku t’lah usai
T’lah usai senang
T’lah tuntas perang
Usai semesta rasa
Semesta duka lara
Usai sudah suka duka
Kacakan kacau wajahmu berkaca
Di mataku yang
Mataku berkaca kaca
Kalau t’lah lelah dan kau terlampau
Berkilauan luka
Kupangku kau kan kupangku

 



=SUJIWO TEJO=

Catatan : *)  Yang terakhir pesan kakanda, kekasih
Pesan yang patah patah
tak bisa tuntut
Dengan Darah yang muncrat dan leleh di sekujur badan
Dadaku tersengal sengal
tak bisa lagi berkata-kata

PANAKAWAN DAN SAYA karya : Sujiwo Tejo

Gemerincing
Jingkat jingkat kakiku gemerincing
Bergemerincing genta
Gementa di kakiku
Gempita di hatiku
Ketika kuhentak-hentak kakiku bergenta
Tepat depan tempat tinggalku
Tempat tinggalku dulu bersama saudara

 

Mengembara
Mengumbar umur mengembara
Mengobar rasa
Mengaburkan rindu
Mengobarkan rindu
Duhai kini kurindu
Duka lara duka di rantau ganti bergenta
Tepat depan tempat tinggalku
Tempat tinggalku dulu bersama saudara

 




=SUJIWO TEJO=

Rabu, 12 Agustus 2015

SYAIR DUNIA MAYA karya : Sujiwo Tejo

- Menjelujur jalan
+ Nan tak kunjung tiba
- Jiwa dan sekujur
+ Kuyup berkeringat
- Sembari berbaring
+ Keringkan keringat
- Berangin-angin
+ Kuteringat anganku

 

Teringat dulu beban hayatku
Duh kini ringan tanpa badan
Ku terangkat ke awan-awan

 

- Kan ke angan angan
+ Saatku berangkat

 

Tiada kan kembali
Kembali kami mendunia
Di dunia
Tiada kan kami kan kembali ke dunia
Ya ke dunia
Tiada kan kembali, tiada kan kembali
Ya ke dunia
Tiada kan kembali, tiada kan kembali
Tiada lagi, tiada lagi
Gugusan gundah gunduk duka gulitaku
duh duh duh

 

- Kan ke angan angan
+ Saatku berangkat

 




=SUJIWO TEJO=

AKU LALA PADAMU karya : Sujiwo Tejo

Nyaris usai suratku padamu
Surat musik dan nafasku
Kusampaikan via angin gunung
Kuangankan angin belum sirna
Suatu saat angin kan sampai
Sangat sepoi mengusap tangismu
Saat ini nafasku sampai

 

Suratan nafas [surat nafasku)
Nada nada
Lala lala
Kata kata
Dengar saja
Cuma sebagai suara saja

 

Bukankan tak ada
Nyata tak ada
Memang tak ada
Memang tak ada
Kata untuk kangen yang paling kangen
Pusat kangen Inti kangen
Aku lala
Sangat lala
Padamu




=SUJIWO TEJO=

CINTA TANPA TANDA karya : Sujiwo Tejo

Telah ku tandakan semesta cintaku
kau tandaskan cinta tanpa tanda
Kuhasratkan isyarat sahaja
kau isyaratkan pintaku terlampau
terlampau berprasyarat cintaku
Kau isyaratkan cinta tanpa tanda

 

Berulang berbulan berwewinduan (kurindu)
Kupejam kutajamkan asah rasa (kubaca tanda)
Mata kubutakan terawangku hanya dengan rasa (kubaca tanda)
Kuping hidung lidah rabaanku pun telah kuenyahkan (kubaca tanda)
Tipu daya panca indrapun telah tuntas kusingkirkan (kubaca tanda)
Kutandai kurasai semesta yang tak kasat mata
Katamu kumasih jadi budak pancaindra yang membuatku terkecoh

 




=SUJIWO TEJO=

PADA SEBUAH RANJANG karya : Sujiwo Tejo

Kekasihku, jangan bersedih
Tidurlah dan bermimpi
Ke negeri
Ke hamparan
Kehampaan kasih

 

Ke hamparan kehampaan
Kehangatan tawa canda
Lahan per lahan perlahan lahan
Menghampar hampa kasih

 

Usai impianmu rangkai cerita
T’lah kau jumpai tawa canda
Dan 
biar kelak
Anak
-anakmu kan percaya
Perca perca cerita tentang tawa canda
Dan biar kelak
Anak anakmu kan percaya
Bualanmu
Jangan kau bersedih



=SUJIWO TEJO=

LAUTAN TANGIS karya : Sujiwo Tejo

Berlayarlah di laut laut keringat kami
Tertawalah di laut laut keringat kami
Berselancarlah di laut laut keringat kami
Berpesiarlah di laut laut keringat kami

 

Bergerak bergerak, tetap bergerak
Menderap langkah, merapat barisan
Bergerak bergerak, tetap bergerak
Berat kita junjung, ringan kita jinjing
Bergerak bergerak, tetap bergerak
Berlumur keringat dan air mata

 

Berlayarlah di lautan air mata kami
Tertawalah di lautan air mata kami
Berselancarlah di lautan air mata kami
Berpesiarlah di lautan air mata kami

 

Bersabar bersabar kita sejak dulu
Amuk kita timbun, munjung bagai gunung
Bersabar bersabar kita sejak dulu
Amuk kita tunda, gunung tak meletus
Bersabar bersabar kita sejak dulu
Sejak dulu nahan sejuk bagai gunung

 

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Injak-injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Buang botol botol minummu di gunung kesabaran kami

 

Bersabar bersabar sampai habis sabar
Sabar jadi riak, riak jadi ombak
Bersabar bersabar sampai habis sabar
Gunungpun bergetar, laut bergelora
Bergelora gelora bergunung gunung ombak
Gulungan gelombang keringat tangisan kami

 

Hati-hati jangan kau terlena di laut tangis kami
Hati-hati jangan kau haha hi hi di laut keringat kami
Awas awas awas di gunung kesabaran kami
Mawas-mawas dirilah di gunung kesabaran kami

 



=SUJIWO TEJO=

Catatan pengakuanLautan Tangis saya tulis tahun 2006. Ketika itu saya takut akan terjadi revolusi sosial. Namun jika revolusi itu tak bisa dibendung, biarlah lagu ini membuat revolusi menjadi kontemplatif dan mungkin tanpa kebencian. Revolusi berbasis cinta…

HUJAN DERAS karya : Sujiwo Tejo

Hujan deras dengan air mata
Butir butir tangisan di pipiku
Guntur menyambar dengan kilaunya
Berkilat ki
lat kilau di pipi

 

Kurasa keputusasaan manu……
Sia, sia, sia, sia sia
Butir-butir air mata
Bilas dengan bahak tawamu hahaha
Karna keputusasaan manu
Sia sia sia sia sia sia

 

Hujan deras dengan air mata
Butir-butir tangisan di pipi
Kucur air mata ke samudera
Berbuih berombak tertawaku

 

Bersorak-sorai
Berderai air di mata
Tersendu sendu
Bersenda gurau guraunya
Gusar dan tenteram
Samar-samar berbeda
Samar-samar samanya
Samar samanya
Telah kau saksikan, kekasih, tangis tawaku
Ibarat tuntas tiada berbeda




=SUJIWO TEJO=

DHANDANGGULA SIDOASIH karya : Sujiwo Tejo

 

Permintaanku wahai kekasih
Selalu bersama-sama
Di ruang dan waktu
Tak berjarak meski cuma sehelai rambut
Kalau jauh dekat di hati
Kalau dekat berpandangan
Begitu sejatinya asmara
Seperti mimi dan mintuno
Ayo bersama melakukan panggilan sosial
Cinta kita berdua tak bermakna jika tak menjalarkan cinta pada sesama




=SUJIWO TEJO=