Tampilkan postingan dengan label EZA THABRY HUSANO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EZA THABRY HUSANO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2015

KASIDAH SENJA karya : Eza Thabry Husano

hutang sungai belum lunas-lunas kuaruskan

menggali jiwa ombak di keganasan lautan

sebab matahari yang tumbuh di atas perahu

mengabarkan kasidah senja runtuh di hulu

rumpun yang ia rimbuni telah berbunga

: bunga api di pinggir kolam

berparas belati kelam

 

janji adalah janji

seperti rentang tali akhir di penghujung

“Selamat tinggal sungai”, bisikmu

“Kemana kau pergi?”, kabut lebo menegurku

bunga api di pinggir kolam menatap

menjilat paras belati kelam

lalu langkah kubenam

kukayuh kasidah senja ke tepi malam

dan kutanya casnarina yang menjauh

“Adakah atak dan diang di kebunku

memetik bunga api merangkai lidahnya

dalam jambangan ?”.



 

Banjarbaru (1995)

=EZA THABRY HUSANO=

lebo = banua, atak dan diang = bujang dan dara / gadis

casnarina = sejenis cemara laut tumbuh di wilayah Barito Kuala.

DARAH MALAM karya : Eza Thabry Husano

Apa maunya malam

menggunting jalan-jalan

hingga terompahmu

tersita darahnya

royak telapaknya

 

darah malam

lepuh mendekam

 

Malam kotakpos kelam

surat cinta dari rembulan

mengalir perlahan-lahan

ke terompah kita

: tak henti-henti Nya



 

1981

=EZA THABRY HUSANO=

HUJAN PUTIH karya : Eza Thabry Husano

pundak ini telah kita sediakan

memikul tombak runcing hujan

yang perlahan-lahan

mencompang-camping daun-daun

                                                perjalanan

awan tirai kasa, kuaklah!

di luar tampak kabut sejuta aksara

catatan tentang kelopak rekah kaki

kita yang ungu. Adakah saat jungkiran

                                                            waktu

memetik menyiul suara

merangkai hujan putih

pada Yang Maha



 

1981

=eza thabry husano=

MAGHRIB karya : Eza Thabry Husano

Telapak kaki ini sudah di maghrib

Lorong waktu yang tersisa

Menyembah Yang dan menulis puisi

Tegar amali tanpa memaling muka

Mendayung janji ukhrawi

Lepas ke arah pintu langit

 

Mega-mega mengatup

buku kumpulan puisi dan kerikil duka

harum mawar dan bau getah

yang merekat pada jantera hari

tikungan hakekat manusiawi



 

1980

=EZA THABRY HUSANO=

TIDURKU MELOMPAT karya : Eza Thabry Husano

Tidurku melompat

ke mimpi lagi

bintang pisuh memisuh

ketika hujan runtuh

sampai pagi. Aku masih sendiri

 

Sungai-sungai malam

bintang-bintang berlabuh

pasti ke situ. Mengalir mimpiku

 

Mimpi membara api melompat

dari sebilah korek api

yang telah kugarit. Mati!



 

1984

=EZA THABRY HUSANO=

Selasa, 25 Agustus 2015

SAJAK SELEMBAR DAUN karya : Eza Thabry Husano

Selembar daun luruh

mengetuk pintu berkabar duka

tentang ranting yang tak kuasa

mempertahankan kampakan angin

 

Ia masih berwarna daun

seperti guratan selembar daun

 

Di halaman tadi sore terdengar

daun luruh selembar selembar

lepas tangkai sangsai. Terkulai

dingin. Sunyi



 

1983

=EZA THABRY HUSANO=

SEKETIKA AKU TERKEPUNG SEPI, ENGKAU ADA DI SITU karya : Eza Thabry Husano

 

Langkah siapa itu menyisir sepi

Sepi siapa itu menyeret langkah siapa

Lelaki siapa ini terkepung sepi mengapa

Mengap di sini sepi siapa

Akukah ini?

Yang melangkah ke tebing jurang

dan ENGKAU ada di situ



 

1980

=EZA THABRY HUSANO=

RAKIT BAMBU karya : Eza Thabry Husano

rakit hanyut

di sukma sungai dari bukit

bangkit dari jeram ke jeram

terhempas di riam

 

rakit hanyut

mengalir miang kulit bambu

mengayuh bayang dari hulu

memantul di alir dan batu-batu

 

rakit hanyut

rakit hanyut

 

merakit riak-riak rindu

untuk menambat rakit bambu

ini. Pada tiang pantai Mu.

 



1982

=EZA THABRY HUSANO=

SIKLUS karya : Eza Thabry Husano

Kukenali daun dalam putikku

Di kerimbunan pohon menjulang

Di ganggang sekian masa

Menatap keluasan langit tiada tara

 

Dari putik tumbuh melebat

Menelusuri tangkai dan daun

Memikul makna batang, akar-akar

serta segumpal tanah

Pucuk-pucuk pun berseri

 

Pengembaraan pohon menjulang

Tumbuh kemudian tumbang

Dari wajah tanah roboh ke tanah

Ciptaan keluasan langit tiada tara



 

1985

=EZA THABRY HUSANO=

SURAT DARI LANGIT karya : Eza Thabry Husano

Tiba tiba mata tertutup selimut Salju pun turun menyisir rumput

Dingin musim. Langit berlumut

Kuterima surat dari sang Kekasih

dalam sekian kutub percintaan

Telah kubaca selesai. Tanda zaman

hingga titik koma dari hulu

ke muara tulisan tangan alit

                        : surat dari Langit



 

1984


=EZA THABRY HUSANO=

KUALA karya : Eza Thabry Husano

Pada kuala mesti melaut

Katakan pada air dan perahu

Namaku mengalir

Dari bukit ke pesisir

 

Di punggung bukit

Angin merengkek jadi kuda

Menerjang bulu-bulu mata

Dari gerimis semesta

 

Pada kuala mesti melaut

Kabarkan pada air dan perahu

Namaku bertambat di pesisir

Menggergaji duri-duri pasir



 

1984

=EZA THABRY HUSANO=

AKU INGIN JADI SERULING BAMBU karya : Eza Thabry Husano

Aku ingin jadi seruling bambu

bersiul tiap mengerling

Melepas kusut segala benang

di pintalan sang matahari

 

Seruling sekedar suara

menampar ke batas bunyi

meremas dinding kaca

yang mengurung segala luka

 

Aku ingin jadi seruling

yang berangkat dari rumpun bambu

mengalir di lorong waktu

deru menderu atas nama Mu.



 

1983

=EZA THABRY HUSANO=