Tampilkan postingan dengan label ANJANI KANASTREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANJANI KANASTREN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

CEMBURU 2 karya : Anjani Kanastren

Sayang

Kutulis puisi ini

Sengaja kubuat sekarang

Khawatir bila aku menua

Mulai datang malasku menulis

 

Sayang

Kupesan padamu

Kelak jangan kau marahi aku

Bila sekali tempo

Kulalai buatkan teh hangat kesenanganmu

 

Sayang

Kubayangkan rambutku memutih

Mata merabun

Kerut merut merata

Mungkinkah kau tetap setia

Masih mau menggandengku mesra

 

Sayang

Mengertikah kau

Resah ini menggoda

Meraja

Kurasa tanya ini wajar

Karena waktu sudah mengejar



 

2009

=ANJANI KANASTREN=

SAJAK CALON MANTU karya : Anjani Kanastren

Dis,

Sekali waktu kau minta buat puisi

Kau bilang, “untuk calon menantu”

Aku terkesima

Benarkah kau sudah inginkan itu

 

Dis,

Jujur aku sering lupa

Kau sudah sesempurna purnama

Aku punya catatan buat calon menantuku

Ke sini, mendekatlah

Kau boleh baca sedikit saja

Nanti kita bahas bersama

 

Tadi kau senyum dan bilang “semua apa padanya”

Aku yakin kau tak salah

Nampaknya dia tepat buatmu

 

Dis,

Aku tunggu

Kapan dia melamarmu

Aku sudah rela

Karena dia sayang padamu



 

2009

=ANJANI KANASTREN=

SELAMAT PAGI BU GURU karya : Anjani Kanastren

: in memoriam Bu Ella

 

Anak-anakku, selamat pagi

Begitu Bu Guru menyapa setiap hari

Senyumnya selalu mengembang

Rambutnya hitam legam

Kulitnya sawo matang

 

Bu Guru asli dari Flores

Nama lengkapnya Michaella Hadjon

 

Tubuhnya ramping

Serasi dengan gaun merah muda

Bu Guru pandai menyanyi

Pintar pula membuat puisi

 

Darinya ku belajar merajut

Kalau ku nakal

Pasti ibu cemberut

 

Bu Guru baik sekali

Diajarkannya budi pekerti

 

Kini

Bu Guru telah tiada

Semoga engkau sedang duduk manis di surga



 

2005

=ANJANI KANASTREN=

PAK GURUKU karya : Anjani Kanastren

: Pak Sutomo

 

Pak Guru dalam kenanganku

Adalah yang setiap hari rajin berpakaian rapi

Dua pena, terselip di saku baju warna abu-abu

Sepatu dan sepeda jaman perang itu,

Sama mengkilatnya

Walau hujan sering datang mengganggu

 

Pak Guru dalam ingatanku

Sering mengajak aku dan kawan-kawan bersepeda

Mampir ke sawah milik tetangganya, transmigran dari Jawa

Mencari merang padi, kan dibuat hiasan dinding pekan

mendatang

Langit sore merah jingga menawan mata, menyaksi

 

Pak Guru, aku ingat

Saat ku mengeluh

Waktu prakarya membuat sapu

Tanganku lecet ketika itu

Kau bilang jangan mudah mengeluh

Sapu itu musti diselesaikan

 

Pak Guru rajin bertutur

Pesannya pandai-pandailah membawa diri

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung

Hatimu luas bak samudra

Jiwamu lubuk kasih tepian ilmu

Penamu telah goreskan banyak nama

Pak Guru, aku sayang padamu

 



2005

=ANJANI KANASTREN=

Rabu, 29 Juli 2015

LANANG GEMILANG karya : Anjani Kanastren

Nang, ini hari Jum’at

Kau musti ke surau

Ajak temanmu ya, nang

Agar tak sepi saat berangkat dan pulang

 

Jangan lupa pakai baju koko dan sarungmu

Sudah ibu siapkan di kamar, di atas kasur

Pakailah kopiah

Yang baru dibeli ayah pekan silam

 

Nang, jangan lupa berdoa

Agar kelak dewasa

Jadi laki-laki  berjiwa ksatria

Tidak takut dengan perubahan jaman

 

Dan, doakan ibumu ini

Agar bisa mengantarmu

Ke gerbang hidup yang seimbang



 

2009

=ANJANI KANASTREN=

BELANTARA SETIA karya : Anjani Kanastren

Masih mampu kubertahan

Meski telah kau porak-porandakan hatiku

Kau hempaskan

Kau telantarkan

Belantara batinku

 

Namun aku masih setia

Sempurnanya sandiwaramu

Tapi aku tetap cinta

Bergantang ribuan hari

Yang pasti kan sepi tanpamu

Tapi kupastikan setiaku menanti

 

Menangis

Bukan lagi senjata untuk luluhkan hatimu

Yang membatu

Tapi aku belum ragu

Suatu saat

Kau kan rindu aku



 

2008

=ANJANI KANASTREN=

CUKUP SEKALI BERAIRMATA karya : Anjani Kanastren

Langit serasa runtuh

Ketika kau katakan tak ada lagi cinta untukku

Aku bersabar diri

Tak ada yang abadi di sini

Hanya Tuhanlah pemiliknya

 

Saat kau berlalu

Ada sapa Tuhan meraja di jiwa

Tak perlu bermain air mata

Kupacu semangat

Aku tak akan menyerah

Tak pantas berkeluh kesah

 

Kubiarkan dia pergi

Seberangkan janji

Pada sekeping hati yang kini mendusta

Cukuplah sekali kau mendua    



 

2008

=ANJANI KANASTREN=

Sabtu, 25 Juli 2015

BULAN SEPARUH MENGGANTUNG karya : Anjani Kanastren

Bulan separuh

Lembut

Sendirian

Kedip lampu menghampar laksana kunang-kunang

sepanjang Mahakam

 

Dari ketinggian bumi Etam

Kulepas sedih menghimpit dalam

Tolong jangan biarkan sakitnya menekan

 

Bulan separuh menggantung

Merenung

 

Aku menghantar salam

Pulaskan jiwanya

Rayu hatinya

Pesona bulan melabuhkan tanya

Adakah yang terluka

Atau hanya aku yang berkaca-kaca

 



2009

=ANJANI KANASTREN= 

ZIARAH KAMPUNG karya : Anjani Kanastren

Ketika ayahku tugas belajar

Kuikut pindah bersama ibu

Kutinggal di kampung

Kampung Semangat, namanya

 

Ayahku pandai memilih tempat

Kupunya banyak sahabat

Segar di ingatan, kupunya teman yang baik hati

Dia cucu yang punya rumah

Aku sering digendongnya

 

Yu Nanem, namanya

Usia lima tahun lebih tua

Yang kutahu, dia sudah yatim piatu

 

Yu Nanem, sering mengajakku jalan-jalan

Naik sepeda onthel

Dia pandai membujuk, kalau aku sedang merajuk

Dia juga sering ajak aku nonton ludruk

 

Sepulangnya

Kuajak dia main

Aku jadi Srikandi, dia Arjuna

Terkadang aku curang

Kupaksa dia jadi raksasa

 



1985

=ANJANI KANASTREN= 

PINANGAN karya : Anjani Kanastren

Degup jantungku berdebar keras

Saat kau ada di depan pintu rumah

Pesonamu getarkan sukma

Yang telah lama mati

 

Suara itu adalah jawab

Bagi doa yang telah lama kunanti

Debar-debar itu memanggil

Dan aku tak mungkin berpaling

 


1994 

=ANJANI KANASTREN=

PESAN LEWAT DAUN karya : Anjani Kanastren

Sepasang angsa memadu janji

Anggun

Bulu putihnya

Indah berkilau ditimpa cahaya

 

Telaga bening bersaksi

Menyimpan cinta

Kepodang lincah

Kuning

Ekornya menari

 

Paruhnya menggoda

Panggil-panggil gelora asmara

 

Nun di sana

Sejoli, duduk merapat

Kepala dara rebah di bahu jejaka

Semburat merah muda di pipi dara

Kala sekecup cium singgah di dahi

 

Ada pesan ku titipkan

Lewat daun

Jangan enggan untuk pulang

Karena hari telah di ambang petang

 



1999 

=ANJANI KANASTREN=

GERIMIS HATI karya : Anjani Kanastren

Mendung menggantung di langit selatan

Ketika kutinggalkan kotamu

Ada yang luruh di antara jajaran cengkeh

Sejumput luka

Menyepi sendiri di semak melati

 

Pedih merebak di antara batang jagung

Menghembuskan wangi rindu

Aku terpaku dalam haru

Lalu kutatap satu-satu

Bunga jambu

Kembang sepatu

Terbayang wajah ibu

Semua melantunkan pilu

 

Aku tak mau pergi

Tapi kuharus pergi

Tersendat dalam enggan

Kuberjalan

Di bawah gerimis, hatiku menangis

 



1994 

=ANJANI KANASTREN=

PONI ITU MASIH ADA karya : Anjani Kanastren

Ibu, aku ingin berbagi denganmu

Tapi dari mana kumulai

Aku sedang resah, bu

Si molek, begitu kau panggil anakku

Mulai bertanya tentang cinta

 

Ibu, si molek tak lagi gemar berceloteh

Dia tak lagi suka bila rambutnya kukepang dua

Tapi, bu…poni itu masih ada

Dan dia masih manja padaku

 

Duhai ibu, apakah resah ini milikmu juga

Kala kau menangis saat kulepas masa sendiriku

 

Ibu, andai waktu bisa kita rangkai kembali

Ada baiknya kita lewati tanpa ada warna hitam putih

Bu, aku sayang padamu

 



1999

=ANJANI KANASTREN= 

KELAMBU DAN LAMPU SENTIR karya : Anjani Kanastren

Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang

Dulu waktu kecil

Aku senang sembunyi di belakangnya

 

Ruangan itu masih menyimpan kenangan

Meski tak ada lagi kelambu dan lampu sentir

Yang dulu selalu eyang pasang

Menjelang maghrib

 

Semua telah tiada

Ditelan waktu

Tapi dalam kenanganku

Semua segar membayang

Bagai baru usai kemarin

 

Aku termangu di ruang bisu

Anganku hadir

Andai aku kembali kecil



 

1985

=ANJANI KANASTREN=

LADANG CINTA PUTIH karya : Anjani Kanastren

Ibu

Ketika aku beranjak remaja

Aku tahu engkaulah sahabat dalam khayalku

Kupunya ruang berandai-andai di sana

 

Ibu dalam kenanganku

Adalah hamparan kaki langit tak punya tepi

Dan hingga kini

Tak pun kupungkiri kasihmu terbentang bagiku

 

Ibu

Walau kini aku tak lagi bisa mencium tanganmu

Aku tetap menyebut namamu

Dalam doa-doaku

Menjadi ladang kasih cinta putih

 

Tapi

Tahu kah engkau, ibu

Aku akan menjadi ibu tidak dalam andai-andai buah

hatiku

Akan kupoles carut marut masa silam dalam kemasan

yang indah

Agar aku dan buah hatiku bebas menari bersama        



 

2009

=ANJANI KANASTREN=

TEKA TEKI PUISI karya : Anjani Kanastren

Derit cemara, angin semilir

Aku sedang bersandar

Kubuka suratmu

Kubaca

Isinya puisi semua

 

Aku terbuai

Aku melayang

Derit cemara dan angin semilir

Jadi saksi ketika kurangkai puisi jawaban

Kukatakan

Aku pun sedang tergila-gila


 

1982

=ANJANI KANASTREN=

TANGGA CAHAYA karya : Anjani Kanastren

Kalau ada yang hilang, itu bukan hatiku

Kalau ada yang pulang, itu juga bukan hatiku

 

Itu semata tangga cahaya

Sisi batin yang gelisah

Tak berbentuk

Tak bernyali


 

1993

=ANJANI KANASTREN=

BUKAN IMPIAN SEMUSIM karya : Anjani Kanastren

Gadis kecilku adalah mimpi-mimpiku

Adalah kesejukan menemu diri

Langkah kecilmu masih mesra dalam ingatanku

Masih mampu membuatku menangisi masa lalu

 

Gadis kecilku adalah bisik-bisik yang mengajakku pulang

Dari lelah pengembaraan batin

Ah, aku tersadar

Kau bukan impian semusim dalam hidupku



 

2009

=ANJANI KANASTREN=