Tampilkan postingan dengan label MEDY LOEKITO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEDY LOEKITO. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

TATKALA CINTA TAK BERARTI MEMILIKI karya : Medy Loekito

di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan

kupintal hasrat-hasrat tanpa harap

menyanyi lagu-lagu sumbang

sambil tengadah ke langit kosong

tidaklah mungkin lagu tercipta dari sebuah nada

dan segenggam pasir tak mungkin menjadi sebuah

rumah

bahkan segala kenanganpun pergi

tinggalkan ‘ku dalam kesendirian yang sempurna



 

1992

=MEDY LOEKITO=

SELAMAT MALAM ADINDA karya : Medy Loekito

saat langit-langit di atas sana menciut

malam datang disertai kelamnya

mungkin engkau telah ada di sana

jauh terpisah dari pelukanku

 

bau wangi bunga menyentuh hidungku

dalam kamar di mana kau berbaring,

adinda,

beku nadimu menyentuh sukmaku

 

kemarin masih kau alunkan lagu bintang kecil

kemarin boneka-boneka itu masih tidur dalam

pelukanmu

kini,

sunyi sepi meraupi waktu yang berdetak cepat

 

dengarlah, dinda

burung kuk kuk lonceng kita berbunyi

dengarlah, adinda

kuberlagu nina bobok di sisimu

dengarlah, adinda

desis embun menimpa kelopak bunga

 

adinda,

malam tergagap dalam gelapnya

bintang-bintang suram tenggelam dalam lautan awan

tiba-tiba dingin merasuki celah poriku

meregang tubuhku kedinginan

seperti juga tubuhmu yang beku

namun kita tak dapat lagi berdekapan

 

akh,

serasa kau semakin jauh

di sini, aku sepi sendiri

sesaat lagi tengah malam kan tiba

sedang hujan di luar tak juga reda

seolah turut meratapi kepergianmu

 

lilin-lilin di kakimu telah suram cahayanya

kembali wangi bunga terhirup olehku

membuat darahku seolah membatu

aku tak kuasa lagi menatap wajah pucatmu nan ayu

sedang selimut tak mampu lagi memanaskan

tubuhmu

 

adinda,

hari esok tak kau jumpai lagi

terdengar sayup-sayup burung kuk kuk bernyanyi lagi

 

malam yang mengintip dari balik jendela

membuatku

meremang

kukecup keningmu

selamat malam adinda



 

1978

=MEDY LOEKITO=

WAHAI karya : Medy Loekito

denyut sampanku terukir

di kaki pantai nestapa

sebagai tercipta dari Sang Pencipta

sementara tak lekah mentari sore menyayat

dayungku

wahai

adakah engkau di atas sampanku?



 

1978

=MEDY LOEKITO=

A COMMEMORATION karya : Medy Loekito

betapa indah awal sebuah petaka

tatkala cinta dan berahi tak lagi punya batas

dan segumpal nilai seketika hilang makna

tidaklah menolong air-mata terburai

atau merutuk gemawan yang terhentak seribu kaki kuda

hingga senja taklah lebih dari layar koyak

dendam perjalananmu membuatku terpana

namun pada akhirnya adalah tiada

dan tiba-tiba kutakut rindu

 




=MEDY LOEKITO=

KAMPUNG NAGA karya : Medy Loekito

di sini keindahan bernyanyi

tanpa ada telinga yang mendengar

dan keramaian merebak

tanpa pandang yang terengah

tangga tanah basah

adalah lambaian petani tua pada anak cucu

berapa lamakah sebuah bangsa

akan bertahan

ketika sang penerus

lari menukar warisan dengan keserakahan

mungkinkah padi tumbuh

tanpa ada yang menabur benih



 

1992

=MEDY LOEKITO=