Tampilkan postingan dengan label DHARMADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DHARMADI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

SAJAK DUABELASKU karya : Dharmadi

(1)

jejakku berkabut; mencari arah

ke sebuah benua lain

yang tak mengenal pengkhianatan

 

(2)

di sebuah rawa; terjerat akar bakau

sebuah biduk seperti titik terapung-apung dalam

gelora gelombang

aku dalam kosong; siapa yang membawaku jauh ke sana?

 

(3)

aku-kau bagai pengantin ratu

jangan dipisahkan oleh ruang dan waktu

 

(4)

jadikan aku kakitangan-mu

dalam gerak kehendak-mu

 

(5)

kenapa mesti harus berpisah

kalau hanya disebabkan sesuatu yang tak tentu

 

(6)

kalau ini memang kepastianmu

terimalah garis keberadaanku

 

(7)

dengan apa adanya

aku ingin cintamu yang sebenarnya

 

(8)

bacalah isi hatiku betapa merindukanmu

di mana kau bersembunyi, kucari-cari hatimu

untuk kucium dan kuajak bercumbu

dalam percintaan sejati

 

(9)

aku tak lagi peduli dengan basah tubuhku

dalam hujan yang bertubi-tubi diruntuhkan langit

sebab hangat hatimu telah menyelimuti dingin hatiku

 

(10)

apakah masih perlu menyebut dengan kata kekasih

kalau ternyata tanpa sebutan itu kau tetap mengasihiku

lalu, cukupkah dengan selalu merindukanmu

 

(11)

jangan lepas pada dunia ketidakpastian

jemput aku pasangan hatiku

kembalikan ke bumi bunda

 

(12)

dan suatu ketika sampai juga ke titik akhir

jarum jam jantungku menunjuk waktu

tak lagi ada detak itu

kurapatkan ke dada telepon genggamku

khawatir tak mendengar suaramu

siapa tahu tiba-tiba engkau memanggil

sewaktu-waktu

aku tak ingin kehilangan suaramu

sampai detak terakhir jam di jantungku



 

2002

=DHARMADI=

DALAM KEMARAU karya : Dharmadi

demi hujan langit setia menjerat awan yang digiring angin

sambil mengingat bumi

 


2000

=DHARMADI=

SEHABIS HUJAN karya : Dharmadi

sehabis hujan dideraskan badai

tinggal engahan daun-daun

urat pohon meregang dalam dingin

tinggal riwis di teritis

 

sungai wajahnya dalam muram

 

langit masih diam

aku dalam diam

ada yang memandangku

diam-diam



 

1998

=DHARMADI=

Selasa, 18 Agustus 2015

AKU MENCARI KATA DALAM SAJAK KEHIDUPANKU karya : Dharmadi

apalagi yang bisa ditafsirkan

dari beribu kata yang berhamburan

dari busa mulut tanpa pekarasa

 

apalagi yang bisa dimaknakan

dari beribu kata yang berletusan

bagai mercon yang disulut di bulan puasa

menjelang lebaran

 

beribu kata bersilangan di udara

bagai kembang api warna-warna cahaya

membentuk berbagai rupa

kita pun dibikin terlena

oleh pesona

 

aku semakin rindu untuk kembali pada

kata dalam sajak kehidupanku;

tanpa suara, hening dari bunyian,

tanpa gerak yang sia-sia

diam batu dalam olah rasa

 

menyimpan daya

 



1995 

=DHARMADI=

AKHIRNYA KINI KITA TINGGAL BERDUA karya : Dharmadi

akhirnya kini kita tinggal berdua;

 

anak-anak sepertinya baru kemarin

menjadi bagian diri kita

satu persatu pergi

menyusuri jaman

mencari nasibnya

 

kita sendiri terus di jalan

usia menuju tua

 

dan akhirnya kita tinggal berdua;

 

mengurangi dialog dalam bahasa kata

dengan cahaya hati dan bahasa rasa

menuliskan huruf-abjad pada syaraf

menjelma bahasa belaian

sesekali terucapkan; siapa yang pergi duluan

di antara kita, saling berebut merasa

paling banyak salah dan dosa

: kalau sudah begitu sesaat berpandangan

kemudian berangkulan seolah tak ingin perpisahan

 

sambil saling menyeka airmata

 



2001-2002

=DHARMADI= 

DI DALAM SEPETAK KAMAR karya : Dharmadi

ia pun masih membiarkan daun jendela terbuka;

malam makin merapat. memandang jauh hanya

bayang pepohonan sesekali bergoyang

di bawah sisa-sisa cahaya bulan

luput dari perangkap awan yang mencoba

mengurung dalam laut kelam.

 

sambil mendulang waktu ia pun merasakan

beda rasa udara; “malam menua,” gumamnya.

angin terus mengalir membuka tabir riwayat

tersimpan pada dingin dinding kamar

bau udara masa lalu tak bisa juga terhapus

dengan warna cat baru yang secerah apa pun.

 

kolong ranjang perkawinan menjelma lautan

kelambu mewujud layar kafan

kapuk kasur tak pernah lagi muai dalam jemuran

mengeras membatu menjadi perahu

dan terdampar pada suatu pantai tak bernama

: ia pun sadar benar

tentang waktu yang terus menggiring ke ajal

 

ia lupakan keperkasaan

 



2001

=DHARMADI= 

DI HATI PEREMPUAN karya : Dharmadi

ada yang ingin kubangun dan kemudian kurengkuh

dalam keabadian di kota ini meski bukan kota kelahiran,

tetapi masih luput dari kesetiaan;

ada yang selalu berbisik lewat pori dada menyusup dalam

            rasa,

mengajak mengembara, selalu aku tak berdaya menolak.

pergi mengembara dengan segudang impian,

kota-kota kenangan mengeram di kepala

: kalau sudah seperti itu ingin istirah sambil

            menggambar

daun waru di hati perempuanmu.

tetapi aku bukan lelaki jantan yang berani berlama

            memainkan

kuas khayalan

kembali cepat angkat kaki menghapus cat kenangan

mengembara dengan luka demi luka yang tersisa.

 



2001

=DHARMADI= 

SAJAK JARUM JAM karya : Dharmadi

dalam gerak jarum jam

di tembok

 

aku melihat-mu

 

ingin menangkap mendekap

dalam gigil tubuhku

 

kautegakkan tubuh

seperti menghindar

dalam rinduku

 

jarum jam mengejekku

jarum jam menyindirku

jarum jam menyimpan waktuku

jarum jam meloncati sukmaku

jarum jam meluruskan sukmaku

jarum jam menyimpan-mu

 

kapan sepenuh-penuh menjadi milikku

 



1993 

=DHARMADI=

CAHAYA HARI karya : Dharmadi

hari, taburkan di sini

di pilar-pilar cuaca

cahaya hari

yang serbuk-serbuknya

di kantung langit

 


1974 

=DHARMADI=