Tampilkan postingan dengan label AYATROHAEDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AYATROHAEDI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

ALMAMATER karya : Ayatrohaedi

Aku melangkah ke luar gapura

dan tertegun di bawahnya: Gerbang

yang pernah menerima kedatanganku,

kini hendak kutinggalkan. Alangkah

kecil diriku, memandang keluasan

dunia di luar lingkungan kampus.

JATILUHUR karya : Ayatrohaedi

menemu bentuk. Tanah-tanah gersang

menjadi subur. Bagai disihir

air pun mengalir

lewat Impian abadi leluhur

padang-padang hijau

menghimbau.

 

Sangkuriang nanar memandang:

Kerja yang terbengkalai

akhirnya selesai.

Tubuh-tubuh baja, lengan-lengan perkasa

menyusun batu demi batu

dinding telaga raksasa.

Membendung

napsu angkara manusia

yang berpusat pada: Aku,

Sangkuriang kesiangan.

 

Dayangsumbi membuahkan senyum

ke bumi: Inilah cintaku

pada turunan, anak-cucu

yang datang kemudian.

Tubuh-tubuh semampai, tangan-tangan gemulai

menanam benih demi benih

padang kencana.

Perwujudan ikrar

ketika menyingsing fajar.

Cintaku pada turunan

yang datang kemudian.

 

Impian abadi leluhur

menemu bentuk. Tanah-tanah subur

bukan lagi impian.

Tapi: kenyataan.



 

1969

=AYATROHAEDI=

SURAT AKHIR TAHUN karya : Ayatrohaedi

Tetap kucinta'

gunung-gunung gundul

karena keyakinan

tiba saatnya

'kan kembali menghijau

 

Unggas yang terbang itu

'kan pulang ke sarang

bertelur dan mengeram

dalam kedamaian.

 

Pohon di kejauhan itu

selalu melambaikan tangan

bagi yang mengerti

arti harapan.

 

Ikan di kali

adalah kemerdekaan.



 

1961

=AYATROHAEDI=

 

DAS KALTE HERZ karya : Ayatrohaedi

Kabut pegunungan

menutup lembah

suram cahya matari

di danau bawah

 

Kabut pegunungan

menutup lembah

dingin hati

mengetuk pintu

 

Hati dingin, hati

yang dingin,

bagai kabut pegunungan

menghadang matari.

 

Hati dingin, hati

yang dingin,

bagai pintu

berpalang besi.

 

Kabut pegunungan

menutup danau di bawah

hati 'kan tetap hati

walau pun sedingin besi.



 

1963

=AYATROHAEDI=

TANAH SUNDA SENJAHARI karya : Ayatrohaedi

Di barat langit terbakar

matahari yang tenggelam.

Dan senja yang pijar

bersiap menyambut malam.

 

Pucuk-pucuk gunung

merenung.

Dan hidup sehabis senja

'kan masuk dunia lain

di bawah temaram lilin.

 

Pucuk-pucuk rindu

dicumbu

angin yang berkelana.

dan lambaian daunan

'kan menggugah kesadaran:

kalulah tanah kelahiran!

 

Di barat langit memerah

pada kutub siang.

Dan gairah bangkit

di bukit-bukit

dan lembah-lembah

tanah tersayang.



 

1966

=AYATROHAEDI=

SURUTTUTUR karya : Ayatrohaedi

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Keharuan, kemanisan masa kanak

adalah mimpi yang tak bisa dilupakan

 

Adalah pagi-pagi, punggung kerbau

selalu jadi tunggangan. Musim bersawah

kesibukan kampung di sana tertumpah.

Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:

 

            Darah yang turun-temurun

            tetes bunda penuai padi

            keringat bapa pembajak

            lewat nini lewat aki

            lewat jantung yang berdetak

            semenjak kampung terhuni.

 

            Angkatan demi angkatan

            dan jauh sebelum itu.

 

            Kerbauku sayang, kambing tercinta,

            rumput terhampar di bumi ini

            kalian cuma yang punya.

 

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Keharuan, kemanisan masa kanak

adalah mimpi yang selalu dimimpikan

 

Adalah ketika senja, kereta tebu

selalu jadi incaran. Musim memotong

setiap anak pun berkumpul di sana.

Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:

 

            Cinta yang turun-temurun

            cinta bersemi di hati

            cinta ladang dan tanaman

            lewat bunda cinta padi

            lewat bapa cinta tanah

            tak pernah menjadi kering.

 

            Angkatan demi angkatan

            dan jauh sebelum itu.

 

            Tanahku sayang, ladang tercinta

            keringat ngucur di badan

            adalah cuma untukmu.

 

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Perpisahan antara kita adalah mimpi

yang tak pernah kumimpikan



 

1964

=AYATROHAEDI=

Sabtu, 08 Agustus 2015

SITU PATENGGANG karya : Ayatrohaedi

Bulan tanggal duapuluh-tiga

malam ini terlambat tiba

Dari balik awan mengintip ragu:

Apakah aku akan mampu

menembus tebalnya kabut

untuk menyampaikan amanat

di tengah gerimis hujan?

 

Air yang kemilau ditimpa cahya

memisahkan kedua ujung telaga.

Bulan yang ragu,

apakah jarak yang jauh

tak mungkin jadi dekat

jika padamu kutitipkan rindu?

 

Dari Situ Patenggang

terpandang jalan panjang

yang mungkin terlalu jauh

untuk bisa selesai kutempuh

 

Tapi di Situ Patenggang

semuanya jelas terbayang:

bayang-bayang

yang membayang

bagai bayangan

yang terbayang

bergoyang



 

1973

=AYATROHAEDI=

SITU GINTUNG karya : Ayatrohaedi

Di danau ini

anak-anak alam

beterjunan

dan berkejaran

sepuas hati

 

Di danau ini

gerak-gerak alam

berkejaran

dan bersahutan

seindah puisi

 

Di danau ini

gema suara alam

bersahutan

dan bersalaman

dalam hatiku


 

1967

=AYATROHAEDI=

PEREMPUAN MALAM karya : Ayatrohaedi

Dia berdiri di tikungan

karena tuntutan penghidupan

adalah bagian dari kehidupan

 

Dia berjalan pelan-pelan

karena kehidupan

melemparkannya ke jalan

 

Disapanya setiap lelaki

tidak dengan hati

dibuahkannya senyuman

lantaran keadaan

 

Pandangnya membayangkan

napas penderitaan

 

Suram lampu jalan

suram hidupnya  yang akan datang



 

1963

=AYATROHAEDI=

RAJAGALUH karya : Ayatrohaedi

Sebuah hutan memucuk

lewat kampung Rajagaluh

gelagah lebat memanjang

tertutup jalan ke kota

biji tarum bunga kembang

burung ngisap benangsari

 

Dekat tidak tentram hati

tapi besok lain lagi

rindu kampung cinta dara

tak bakal sesayang bunda

habislah tahun dan bulan

tak kujelang Rajagaluh

 



1958

=AYATROHAEDI=

*(dari lagu rakyat Sunda)

NYANYIAN KEABADIAN karya : Ayatrohaedi

Hujan jatuh di luar musim

menghijaukan rumput di jalan

 

Hujan jatuh bersama angin

melambaikan daun di dahan

 

Hujan jatuh membawa dingin

menyejukkan rindu di badan

 

Cinta yang tumbuh setiap musim

adalah cintaku pada keabadian


 

1958

=AYATROHAEDI=

LEUWIMUNDING karya : Ayatrohaedi

Jalannya penuh berdebu

antara sawah dan kali

antara gunung dan tegal

di bawah kilat belati

anak pulang dari kota

mengaca mayat sendiri.

 

Dan rindu makin menggunung

antara mata dan hati

rindu kampung kelahiran

di bawah kilat belati

melurus jalan ke makam

bawa cinta sampai mati



 

1958

=AYATROHAEDI=