Tampilkan postingan dengan label KHALIL GIBRAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHALIL GIBRAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

SIKAP MANUSIA karya : Khalil Gibran

Jauhkan aku dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran
kecuali jika ia berniat menyakiti hati,
dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk,
dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan
dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.



=KHALIL GIBRAN=

KEINDAHAN KEHIDUPAN karya : Khalil Gibran

Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya.
Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu.
Keindahan adalah keabadian yang termangu di depan cermin.
Dan kalian adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu



=KHALIL GIBRAN=

DARI "THE FORERUNNER" karya : Khalil Gibran

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

 

Mereka berkata tentang helang dan hering

Menghujam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai - di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu

 

Oh Cinta, yang tangan lembutnya

mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga

akan maruah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini

Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku,

Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku

Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati.

 



=KHALIL GIBRAN=

JATUH CINTA PADAMU karya : Khalil Gibran

Mempesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Yang jatuh cinta padamu




=KHALIL GIBRAN=

NYANYIAN SUKMA karya : Khalil Gibran

Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu
yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku
dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang,
Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?

Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku Kerna aku risau, dia akan terhempas Di telinga pendengaran yang keras.

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,

Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya
bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan,

Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,

Gerangan 'Cain' atau 'Esau' manakah
Yang mampu membawakannya berkumandang?

Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:

Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra

dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani
melagukan kidung suci Tuhan?




=KHALIL GIBRAN=
(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

KENAPA KITA MENUTUP MATA KETIKA KITA TIDUR ? karya : Khalil Gibran

ketika kita menangis?

ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..

Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…

Tapi ingatlah…

melepaskan BUKAN akhir dari dunia..

melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,

Mereka yang tersakiti,

mereka yang telah mencari…

dan mereka yang telah mencoba..

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai

betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…




=KHALIL GIBRAN=

AKU BICARA PERIHAL CINTA karya : Khalil Gibran

Apabila Cinta Memberi Isyarat Kepadamu, Ikutilah Dia,
Walau Jalannya Sukar Dan Curam.
Dan Pabila Sayapnva Memelukmu Menyerahlah Kepadanya.
Walau Pedang Tersembunyi Di Antara Ujung-Ujung Sayapnya Bisa Melukaimu.

 

Dan Kalau Dia Bicara Padamu Percayalah Padanya.
Walau Suaranya Bisa Membuyarkan Mimpi-Mimpimu Bagai Angin Utara Mengobrak-Abrik Taman.
Karena Sebagaimana Cinta Memahkotai Engkau, Demikian Pula Dia
Kan Menyalibmu.

 

Sebagaimana Dia Ada Untuk Pertumbuhanmu,
Demikian Pula Dia Ada Untuk Pemangkasanmu.
Sebagaimana Dia Mendaki Kepuncakmu,
Dan Membelai Mesra Ranting-Rantingmu Nan Paling Lembut Yang Bergetar Dalam Cahaya Matahari.

 

Demikian Pula Dia Akan Menghunjam Ke Akarmu,
Dan Mengguncang-Guncangnya Di Dalam Cengkeraman Mereka Kepada Kami.
Laksana Ikatan-Ikatan Dia Menghimpun Engkau Pada Dirinya Sendiri.
Dia Menebah Engkau Hingga Engkau Telanjang.
Dia Mengetam Engkau Demi Membebaskan Engkau Dari Kulit Arimu.
Dia Menggosok-Gosokkan Engkau Sampai Putih Bersih.
Dia Merembas Engkau Hingga Kau Menjadi Liar;
Dan Kemudian Dia Mengangkat Engkau Ke Api Sucinya.
Sehingga Engkau Bisa Menjadi Roti Suci Untuk Pesta Kudus Tuhan.
Semua Ini Akan Ditunaikan Padamu Oleh Sang Cinta,
Supaya Bisa Kaupahami Rahasia Hatimu,
Dan Di Dalam Pemahaman Dia Menjadi Sekeping Hati Kehidupan.

 

Namun Pabila Dalam Ketakutanmu,
Kau Hanya Akan Mencari Kedamaian Dan Kenikmatan Cinta.
Maka Lebih Baiklah Bagimu,
Kalau Kaututupi Ketelanjanganmu,
Dan Menyingkir Dari Lantai-Penebah Cinta.
Memasuki Dunia Tanpa Musim Tempat Kaudapat Tertawa,
Tapi Tak Seluruh Gelak Tawamu,
Dan Menangis,
Tapi Tak Sehabis Semua Airmatamu.

 

Cinta Tak Memberikan Apa-Apa Kecuali Dirinya Sendiri,
Dan Tiada Mengambil Apa Pun Kecuali Dari Dirinya Sendiri.
Cinta Tiada Memiliki,
Pun Tiada Ingin Dimiliki;
Karena Cinta Telah Cukup Bagi Cinta.

 

Pabila Kau Mencintai Kau Takkan Berkata,
Tuhan Ada Di Dalam Hatiku,
Tapi Sebaliknya, “Aku Berada Di Dalam Hati Tuhan”.
Dan Jangan Mengira Kaudapat Mengarahkan Jalannya Cinta,
Sebab Cinta,
Pabila Dia Menilaimu Memang Pantas,
Mengarahkan Jalanmu.

 

Cinta Tak Menginginkan Yang Lain Kecuali Memenuhi Dirinya.
Namun Pabila Kau Mencintai Dan Terpaksa Memiliki Berbagai Keinginan,
Biarlah Ini Menjadi Aneka Keinginanmu:
Meluluhkan Diri Dan Mengalir Bagaikan Kali,
Yang Menyanyikan Melodinya Bagai Sang Malam.

 

Mengenali Penderitaan Dari Kelembutan Yang Begitu Jauh.
Merasa Dilukai Akibat Pemahamanmu Sendiri Tenung Cinta;
Dan Meneteskan Darah Dengan Ikhlas Dan Gembira.
Terjaga Di Kala Fajar Dengan Hati Seringan Awan,
Dan Mensyukuri Hari Haru Penuh Cahaya Kasih;
Istirah Di Kala Siang Dan Merenungkan Kegembiraan Cinta Yang Meluap-Luap;
Kembali Ke Rumah Di Kala Senja Dengan Rasa Syukur;
Dan Lalu Tertidur Dengan Doa Bagi Kekasih Di Dalam Hatimu,
Dan Sebuah Gita Puji Pada Bibirmu




=KHALIL GIBRAN=