Beratap awan retak-retak
sampailah laskar di pinggir kota
mengiring putri Citrarasmi
menuju Majapahit
bakal jadi suntingan
prabu Hayam Wuruk
bakal berkerabat
dengan kerajaan Pajajaran
Setiba utusan di istana
wirawiri para penggawa
Ke singgasana
bersembah patih Gajah Mada:
Baginda Majapahit Raya
apa gunanya tamu disambut
bukankah kerajaan Pajajaran
telah lama takluk
di bawah duli Tuanku?
Balik utusan ke pinggir kota
Bawa pesan patih Gajah Mada
Setelah mendengar pesan
Sri Baduga Maharaja Pajajaran
lama terdiam
menahan duka, menahan murka:
Tidakkah Hayam Wuruk sendiri
melamar putriku Citrarasmi
kenapa harus aku pula
bersembah ke depannya
cuma karena dia
lebih kuasa?
Di itu siang
laskar Pajajaran jadilah bimbang:
Kecongkakan Majapahit
apakah dianggap angin
atau dijawab dengan lembing?
Atas perintah Sri Baduga
utusan kembali ke Majapahit
membawa jawaban singkat:
Adat mana pula
harus seorang bapak
menyerahkan putrinya
ke depan bakal mantunya?
Saat menerima jawaban
patih Gajah Mada jadilah murka:
Sebelum patih bertindak
suruh Sri Baduga
cepat ke mari membawa putrinya
bersembah ke depan baginda
Sebagai adat, Pajajaran yang takluk
rajanya ke mari harus bersujud!
Dengar pesan-perintah patih Gajah Mada
para laskar dan panglima
serasa mendapat tamparan hina
serasa mendapat lemparan nista
sibuk bersiap:
Daripada Baginda tercoreng arang
lebih baik tak pulang ke pangkalan
Bondongan porak peranda
siap tiap senjata
Bersama angin dari selatan
menderu sorak di jauhan
laskar Majapahit telah bangkit
akan menawan Raja Pajajaran
yang tak mau tunduk
yang tak mau takluk
Maka laskar Pajajaran
menyambut serangan dengan perwira
dan di tiap arah
perang tanding pun terbuka
Dari tiap penjuru
laskar Pajajaran mengamuk
lembing, kelewang dan anak panah
berlaga memorak angkasa
Hampir magrib
awan di langit makin tipis
laskar Majapahir masih mengalir
mengepung rapat setiap arah
Di segenap tempat
perang terus berkobar
laskar Pajajaran yang bertahan
betapapun perwira
kerna musuh yang menggelombang
tenaga bertahan tak imbang
perlawanan yang tangguh
jadi lumpuh
Nun di belukar barat
dari seorang laskar
Citrarasmi mendapat kabar:
Ayahanda Sri Baduga
telah tewas dengan perkasa
Meratapi berita itu
putri Citrarasmi
mengajak para inang pengasuh
mati bersama, bunuh diri!
Di bawah lazuardi pucat kesumba
semua laskar Pajajaran
tewas perkasa
membela malu
membela nama
Melintasi bangkai terkapar
semua perangkatan
kembali ke Majapahit
membawa berita akhir:
Putri Citrarasmi
telah bunuh diri!
Malam pun turun
sampai berita ke Hayam Wuruk
beliau pekur
sesal makin menjadi:
Putri jelita Citrarasmi
putri molek bakal permaisuri
tak dapat dipersunting
karena ulah kurang teliti
karena ulah kecongkakan diri
Demikianlah
telah tercipta sebuah kisah
dukacerita di belukar senja
nun, di Majapahit sana
ada cinta yang sengsara
ada cinta yang kecewa
sebab pilihan Citrarasmi
daripada hidup terhina
lebih baik mati
membela nama
Maka pesan dari sejarah:
setiap tindak manusia
jika terlalu mengagungkan kuasa
jika terlalu menghina sesama
akhir nasibnya tentu kecewa!
=MANSUR SAMIN=