Tampilkan postingan dengan label HAMZAH AL FANSURI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAMZAH AL FANSURI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2015

SYAIR BURUNG UNGGAS karya : Hamzah Al-Fansuri

Unggas itu yang amat burhana,

Daimnya nantiasa di dalam astana,

Tempatnya bermain di Bukit Tursina,

Majnun dan Laila adalah disana.

 

Unggas itu bukannya nuri,

Berbunyi ia syahdu kala hari,

Bermain tamasya pada segala negeri,

Demikianlah murad insan sirri.

 

Unggas itu bukannya balam,

Nantiasa berbunyi siang dan malam,

Tempatnya bermain pada segala alam,

Disanalah tamasya melihat ragam.

 

Unggas tahu berkata-kata,

Sarangnya di padang rata,

Tempat bermain pada segala anggota,

Ada yang bersalahan ada yang sekata.

 

Unggas itu terlalu indah,

Olehnya banyak ragam dan ulah,

Tempatnya bermain di dalam Ka’bah,

Pada Bukit Arafat kesudahan musyahadah.

 

Unggas itu bukannya meuraka,

Nantiasa bermain di dalam surga,

Kenyataan mukjizat tidur dan jaga,

Itulah wujud meliputi rangka.

 

Unggas itu terlalu pingai,

Nantiasa main dalam mahligai,

Rupanya elok sempurna bisai,

Menyamarkan diri pada sekalian sagai.

 

Unggas itu bukannya gagak,

Bunyinya terlalu sangat galak,

Tempatnya tamasya pada sekalian awak,

Itulah wujud menyatakan kehendak.

 

Unggas itu bukannya bayan,

Nantiasa berbunyi pada sekalian aiyan,

Tempatnya tamasya pada sekalian kawan,

Itulah wujud menyatakan kelakuan.

 

Unggas itu bukannya burung,

Nantiasa berbunyi di dalam tanglung,

Tempat tamasya pada sekalian lurung,

Itulah wujud menyatakan Tulung.

 

Unggas itu bukannya Baghdadi,

Nantiasa berbunyi di dalam jawadi,

Tempatnya tamasya pada sekalian fuadi,

Itulah wujud menyatakan ahli.

 

Unggas itu yang wiruh angkasamu,

Nantiasa asyik tiada kala jemu,

Menjadi dagang lagi ia jamu,

Ialah wujud menyatakan ilmu.

 

Thairul aryani unggas sulthani,

Bangsanya nurur-Rahmani,

Tasbihatal’lah subhani,

Gila dan mabuk akan Rabbani.

 

Unggas itu terlalu pingai,

Warnanya terlalu terlalu bisai,

Rumahnya tiada berbidai,

Dudujnya daim di balik tirai.

 

Putihnya terlalu suci,

Daulahnya itu bernama ruhi,

Milatnya terlalu sufi,

Mushafnya bersurat kufi.

 

Arasy Allah akan pangkalnya,

Janibul’lah akan tolannya,

Baitul’lah akan sangkarnya,

Menghadap Tuhan dengan sopannya.

 

Sufinya bukannya kain,

Fi Mekkah daim bermain,

Ilmunya lahir dan batin,

Menyembah Allah terlalu rajin.

 

Kitab Allah dipersandangkannya,

Ghaibul’lah akan pandangnya,

Alam Lahut akan kandangnya,

Pada ghairah Huwa tempat pandangnya.

 

Zikrul’lah kiri kanannya,

Fikrul’lah rupa bunyinya,

Syurbah tauhid akan minumnya,

Dalam bertemu dengan Tuhannya.

 

 

 

=HAMZAH AL-FANSURI=

(Sumber: Wikisource)

 

MAN 'ARAFA karya : Hamzah Al-Fansuri

“Man ‘arafa nafsahu hadith Nabi

Faqad ‘arafa rabbahu tujuan diri

Setelah sampai mengenali diri

Maka tercapai ketenteraman hati

 

La ilaha illallah ucapan zahir

Bila mungkir menjadi kafir

Atas hakikat manusia lahir

Cari maknanya dibalik tabir

 

Wujud Qidam didalam fana

Meng’isbatkan Allah Al Baqa

Sholat da’im besar menafaatnya

Agar tercapai ketenangan jiwa"

 

 

 

=HAMZAH AL-FANSURI-

(Petikan dari Syair Syeikh Hamzah Fansuri)

 

 

 

SIDANG FAKIR EMPUNYA KATA karya : Hamzah Al-Fansuri

Sidang fakir empunya kata

 

Tuhanmu zhâhir terlalu nyata

Jika sungguh engkau bermata

Lihatlah dirimu rata-rata

 

Kenal dirimu hai anak jamu

 

Jangan kau lupa akan diri kamu

Ilmu hakikat yogya kau ramu

Supaya terkenal akan dirimu

 

 

Jika kau kenal dirimu bapai

 

Elokmu itu tiada berbagai

Hamba dan Tuhan dâ‘im berdamai

Memandang dirimu jangan kau lalai

 

 

Kenal dirimu hai anak dagang

 

Menafikan dirimu jangan kau sayang

Suluh itsbât yogya kau pasang

Maka sampai engkau anak hulu balang

 

 

Kenal dirimu hai anak ratu

 

Ombak dan air asalnya satu

Seperti manikam much îth dan batu

Inilah tamtsil engkau dan ratu

 

 

Jika kau dengar dalam firman

 

Pada kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Furqân

Wa Huwa ma‘akum fayak ûnu pada ayat Qur‘an

Wa huwa bi kulli syai‘in muchîth terlalu ‘iyân

 

 

Syariat Muhammad ambil akan suluh

 

Ilmu hakikat yogya kau pertubuh

Nafsumu itu yogya kau bunuh

Maka dapat dua sama luruh

 

 

Mencari dunia berkawan-kawan

 

Oleh nafsu khabî ts badan tertawan

Nafsumu itu yogya kau lawan

Maka sampai engkau bangsawan

 

 

Machbûbmu itu tiada berch â‘il

 

Pada ainamâ tuwallû jangan kau ghâfil

Fa tsamma wajhul-L âhisempurna wâ shil

Inilah jalan orang yang kâmil

 

 

Kekasihmu zhâhir terlalu terang

 

Pada kedua alam nyata terbentang

Pada ahlul-ma‘rifah terlalu menang

Wâ shil nya dâ‘im tiada berselang

 

 

Hapuskan akal dan rasamu

 

Lenyapkan badan dan nyawamu

Pejamkan hendak kedua matamu

di sana kau lihat permai rupamu

 

 

Rupamu itu yogya kau serang

 

Supaya sampai ke negeri yang henang

Seperti Ali tatkala berperang

Melepaskan Duldul tiada berkekang

 

 

Hamzah miskin orang ‘uryâ ni

 

Seperti Ismail menjadi qurbâni

Bukannya ‘Ajam lagi ‘Arab î

 

Senantiasa wâshil dengan Yang Bâ qî

 

 

 

=HAMZAH AL-FANSURI=