Tampilkan postingan dengan label A.SETIAWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A.SETIAWAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2015

DISEBUAH PENYEBERANGAN karya : A. Setiawan

 

Di laut ini ingin kubentangkan layar

Lebar-lebar

Menyeberang ke sebuah daratan

Sambil menikmati ombak dan badaiMu

Yang menantang perjalananku

Aku akan tersenyum, kawan

Kerena ombak dan badai adalah

Bagian dari lautan

Seperti suka duka dalam kehidupan

 

Kupandang langit yang merunduk di ufuk

Melepaskan rindu dalam penyatuan

Sedang tanganku

Masih menggapai-gapai di lepas pantai

Lalu kapan kita berjabat? Tanyaku

Aku terus berjalan tanpa menunggu jawaban

Karena di dasar laut pun tangan-tanganMu

Telah siap menangkapku

(suatu saat kita mesti bertemu)




=A, SETIAWAN=

DI PUNDAK BUKIT INI karya : A. Setiawan

Dari jendela pintu hatiku hanya terlihat

Sekumpulan burung putih di plaza kota

Mega-mega di perut Gede Pangrango

Deretan angsana di Bogor Boulevard

Serta segerumbulan bunga plastik di mal

Tapi melatiku, mana

Mana lentera biru punyaku




=A. SETIAWAN=

Senin, 06 Juli 2015

DI TERMINAL KAMPUNG RAMBUTAN SUATU SENJA karya : A. Setiawan


Selalu saja kita hanya sibuk menghitung

Jadwal-jadwal pemberangkatan yang menempel

Di dinding waktu ruang tunggu

Padahal senja telah turun

Menangkupkan langit jauh

Mengantar arah mata angin ke kota entah

 

Sering kita alpa, manisku

Pada isyarat lampu yang telah menyala

Pada guratan nasib dan garis takdir

Yang mestinya tak dapat diduga

 

Kita seperti tak pernah memahami

Hakikat sebuah perjalanan

Datang dan pergi

Berangkat dan berhenti!




=A. SETIAWAN=

NYANYIAN MENTARI karya : A. Setiawan


Sebelum sampai pada hari

Layarkan perahumu

Bumi akan begitu gaduh

Rindumu tak kan jemu

 

Kudekap siang kesumatku

Laut akan dalam menyimpannya

 

Sebelum ada sampai tenggelam

Simpan badai waktuku

 

Sunyi langit menapasiku

 

Ilalang terbayang di ladang-ladang




=A. SETIAWAN=

KERANDA karya : A. Setiawan


Kekasih,

Tidurmu pulas menutup

Seluruh abad lalu

Dan bunga yang telah lama kering

Adalah kesetiaanku




=A. SETIAWAN=

LAYANG LAYANG karya : A. Setiawan



Manusia adalah layang-layang kehidupan

Yang dikendalikan semua benang

Panjang melawan arus angin

Tubuhnya meliuk ke kanak dan ke kiri

Dihempas waktu dan badai dunia

Dibakar matahari, disambar elang

Manusia adalah layang-layang kehidupan

Manakala benangnya putus dia terbang

Lepas ke angkasa – tak terkendali

Sampai akhirnya angin

Tak lagi menjamah tubuhnya dan

Waktu tak menghiraukannya

Kemudian tubuhnya terhempas

Ke tanah

Koyak, rusak, dan binasa




=A. SETIAWAN=

MATAHARI TERBENAM karya : A. Setiawan



Tuhan ada di sini,

Duduk di tepi ruang tak terbatas

Dan kita tahu perjalanan sampai di mana

Sedangkan jarak makin tidak kelihatan

 

Tuhan melihat kita murung

Yang mendaki-menuruni lembah

Memperbincangkan waktu

 

Tuhan memberi luang pada kita

Tetapi kita selalu merasa tak pasti

Sampai kita tahu

Dosa yang membuat segalanya hitam




=A. SETIAWAN=

Minggu, 05 Juli 2015

YANG PALING MANIS ITU KATA karya : A. Setiawan

 

Kun faya kun,

Dengan kata dunia tercipta

Engkau, aku, hutan, laut, dan hewan

Tercipta dengan kata

 

Kata telah membentuk kehidupan

Kata telah mendekatkan engkau dan aku

 

Yang paling ajaib itu kata

Yang paling lucu kata

Yang paling bodoh itu kata

Yang paling cinta itu kata

Yang paling kejam itu kata

Yang paling marah itu kata

Yang pemaaf kata

Yang paling manis itu kata

Engkau bercinta dengan kata

Engkau membenci dengan kata

Engkau gembira dengan kata

Engkau berdoa dengan kata

Engkau mengeluh dengan kata

Engkau kecewa dengan kata

Engkau menangis sebab kata

 

Tak ada yang paling buruk dari kata

Tak ada yang lebih mesra dari kata

Tuhan mencipta dunia dengan kata

Manusia merusak dunia dengan kata

Peperangan bermula dari beberapa kata

Perdamaian dicapai lewat berjuta kata

 

Kun faya kun,

Engkau dan aku

Bertemu melalui kata

Engkau dan aku

Bermimpi sebab kata

Engkau dan aku

Berharap dari kata

Engkau dan aku

Menjadi demam sebab kata




=A. SETIAWAN=

PERASAAN karya : A. Setiawan

 

Kau kasihku

Yang tersesat ke dalam kelam

Ketika dingin menyergap ruang

Dan beku dari tubuhku

 

Maka kerinduan pun menghimpit

Dari lubang dapur atas angin

Dan bara pendiangan

 

Bila matiku tak sampai

Padamu jua kusembunyi

 



=A. SETIAWAN=

NYANYIAN SEPANJANG BELUKAR karya : A.Setiawan


 

Aku mendapatkan senyummu

Yang tersangkut pada akar-akar rumput

Memberikan kehidupan pada

Anyelir yang dahaga

 

Lalu kami menemukan tempatmu

Sembunyi

Yang dikabarkan oleh selembar

Puisi

Yang hampir tak bisa lagi

Kukenali

Karena hapus terguyur siraman

Hujan

 

Tiupan angin memberikan

Bentuk kebahagiaan

Yang dulu pernah terpendam

Meskipun tak pernah padam

Nyalanya

 

Aku bertemu keindahan

Pada angkasa yang gemerlap




=A. SETIAWAN=