Tampilkan postingan dengan label NIRWAN DEWANTO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NIRWAN DEWANTO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015

MAWAR TERJAUH karya : Nirwan Dewanto

Kau benih hujan pagi hari,

aku payung yang lama iri.

Kau airmata di ujung jari,

aku saputangan matahari.

 

Jika kau dalam gaun merah,

aku bekas tangan di perutmu.

Tapi kau juga genangan darah,

ketika aku urung mencintaimu.

 

Kau cermin terlalu menunggu,

aku wajah yang memurnikanmu.

Tumpahkanlah tilas semua dara,

sampai jantungmu serimbun bara.

 

Kau pemilik hujan sepenuh hari,

aku payung terlampau sembunyi.

Mari, lekaslah kelabui Januari,

sebab aku terkulai ke tepi nyanyi.



 

(2007)

=NIRWAN DEWANTO=

FAJAR DI GALENA karya : Nirwan Dewanto

Malam menarik kafan untuk mayatnya sendiri

setelah betaparenta ia berupaya menerangi sebatang jarum dalam mimpimu.

Berapa lama sudah kau terbangun?

Seraya mencari sisa putih mori ke arah rumpun kana,

kau berkata kepada sebutir batu gamping di jalan setapak itu,

 “Mereka mencintaimu, sebab kau tak menderita insomnia.”

Dengarlah, namaku matahari,

Akuperawat kuburan di tepi Mississippi,

maka aku tak akan terkelabui oleh kata-katamu.

 




=NIRWAN DEWANTO=