Rabu, 02 September 2015
SAJAK karya : Korrie Layun Rampan
Mata diam terpejam
Di bawah lengkung alis yang kelam
Senyumnya merona pada pipi
Belai gadis dari mimpi
Hari pun mengangkat beribu kepak sayap merpati
Napasnya aroma bunga-bunga
Kerlingan hari-hari jelita
Terminal kereta cinta
Jemarinya melambai hari
kaki menapak padang bulan
lampai tubuhnya tersiram wewangian
Di dadanya tertanam pohon-pohon harap
Pohon-pohon duka
Kelam kubur cinta
Di matanya dunia hijau
Senda gadis remaja
Seribu senja Mengingau
1974
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
Kumpulan Puisi Suara Kesunyian "Wajah Puisi"
Minggu, 30 Agustus 2015
RAHASIA karya : Korrie Layun Rampan
Seperti sejumlah kata
Yang menggelepar ke luar
Meniti buih demi buih
Dunia yang terlantar
Seperti sejumlah musim
Yang kering, basah, dan mandi cahaya
Merangkak pada sumbu
jantung kita
Seperti sejumlah risau, benci dan cinta
Yang berpendar pada waktu
Menggaram akar-akar nafsu
Antara Adam lagu impian ziarahmu
Seperti sejumlah kata
Yang menyalin nama-nama
Meniti buih demi buih
jiwa kita
1973
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
Jumat, 14 Agustus 2015
AMUNTAI, 16 DESEMBER 2007 karya : Korrie Layun Rampan
Untuk Syarifuddin R dan Y.S. Agus Suseno
berdiri di tepi sungai ini
berdiri di tepi waktu
tepi tahun-tahun pergi
jembatan masa lalu
riak-riak sastra di kota pangeran
riak kisah-kisah dilupa
kapal atau perawan atau adzan
bersaing dengan jiwa bangsawan raja-raja
lalu pagi lalu siang
bersaing dengan hujan dan terik matahari
lalu sajak lalu kisah rancangan lama
menyelam di kedalaman sanubari
siapa membangkitkan batang terendam
cemas anggaraini antemas
perih nyeri burhanuddin soebely
zaman tanpa peduli?
air dan arus dan kapal angkutan
berlaju menembus waktu
masihkah kau di situ
memerih sedu tertahan-tahan?
yang berkhalwat dalam musim
berzikir melepas jisim
adakah masih rumah puisi
tumbuh kata-katamu baiduri?
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
ROH YANG PERGI KE SWARGA karya : Korrie Layun Rampan
roh yang pergi ke swarga
dari lepasan derita
kerbau ditombak di belontakng
ayam disabung di halaman
babi disembelih
tuak-tuak mengalir
keringat mengalir!
irama titi dan tangis
menciptakan tangga
desahan napas kerbau
menciptakan pintu
yang menuju ke dunia atas
dalam kelahiran
hidup dimulai
upacara bayi merah
dalam perkawinan
hidup dimulai dalam hidup
pelahiran generasi
dalam kematian
hidup dimulai di dunia baru
dalam hidup baru
roh berjalan ke swarga
meniti benang-benang upacara
napas warisan leluhur
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
****
Belontankng: patung ulin untuk mengikat kerbau dalam suatu upacara tradeisional dayak
Titi: suara gong ditabuh sebagi tanda kematian
Swarga: surga, menurut kepercayaan dayak benuaq, orang yang meninggal harus dibuat suatu upacara agar roh atau jiwanya bisa masuk ke swarga.
RUMAH SAKIT CIKINI, 29 APRIL 1978 karya : Korrie Layun Rampan
yang bangkit dalam waktu
dalam sabda
riang suara-suara gembira
kami berpaling kami menatap ke depan
dinding dan pilar-pilar pualam
jajaran firman dahulu kala
yang terjadi dari kata
cinta yang dulu juga
lubuk kasih setia
temali jiwa
kami melangkah kami memasang arah
jalanan dalam arus
damai yang kudus
yang mekar dari tanah janjian
bunga pohon-pohon hidup
khuldi keabadian
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
SKETSA karya : Korrie Layun Rampan
di luar gerbang hingar, lagu-lagu liar, bendera kain rombeng
hari-hari mengandung lapar, musim berdenyar, lonceng
berkeloneng
bapa! bapa! petaka apakah ini, atau gethsemani
duka firdausi?
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
SAJAK 2 karya : Korrie Layun Rampan
segala memberat dalam warna transparan
lambang, tema, kerinduan-mu menyapa
jalan berujung cakrawala, titian keabadian
gerak kehidupan, napas, kecintaan penyair tanpa batas
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
PINTU karya : Korrie Layun Rampan
bunyian termanis dari kata
ialah kecantikan
sebagai keindahan yang dapat menaklukkan
segala kekuatan
siapa yang lebih bijak dari alam
Tuhan?
Tuhan adalah keabadian
cinta yang menciptakan kedamaian
siapa yang lebih dari aku
ialah mau
syahwat yang memikul beban zaman
yang tak sampai jalan
apakah yang bernama nilai dan harga
emas? jiwa? atau yang bernama kejayaan
perasaan yang berjalan
likuan maya?
bunyian terpahit dari kata
ialah kecantikan
karena nasib ia menggorok leher sendiri
ketika diri kehilangan diri
diri yang berjalan menyongsong kehidupan
bernyanyi dari ufuk-ufuk hidup
kasih, ini alam murni lagu tak sampai
menyeru dari balik pintu-pintu tertutup!
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
MAZMUR PAGI karya : Korrie Layun Rmpan
wangi pengantin
napas hayat
: pelaminan
harum kehidupan
mengemaskan fajar
: lembah
merdunya nyanyian tanah air
lagu leluhur kita
: ”lapar! lapar yang baka!”
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
ZIARAH karya : Korrie Layun Rampan
telah kutempuh ziarahku setiap waktu
antara pulau kenangan dan jiwa yang bisu
telah kubangun rumah di bibir gelombang dan dada kota
kubangun jembatan antara kebeliaan tua jauhari
hari-hari menepi melawat bersama sauh
siapakah lagi yang mati di sekitar kampung jauh
memanggil bunyian alam dan gong penghabisan
memanggil tangis dan duka yang redam
sebuah legenda mimpi laut
tualang padang akal
kanak-kanak tertawa mengusap mainan mimpi pertama
babak lakon yang bengal
ziarah panjang kekasih sajak
di sini telaga matahari: duniaku terserak!
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
MATA karya : Korrie Layub Rampan
isyarat yang menikam jantung hari
pisau, panah, pedang api firdausi
laut: kolam yang dasar tiada
cahaya yang diam-diam mengintip kita=KORRIE LAYUN RAMPAN=
ELEGI karya : Korrie Layun Rampan
Gerimis pun memahat-mahat kaca
jendela. Dan di luar pintu
kita masih setia menunggu
musim tak lalu !
Bunga-bunga. Aromanya mengeras
di atas lanyai bumi
Dan kematian selalu memanggil-manggil
usia ! dari balik jendela
nestapa. Mengelupas kita dalam dingin menggigil
Betapa pahit dosa dan cinta
di mulut kita
yang dikunyah : darah
Di jendela tinggal matahari.
Berahi dan bunga sepi.
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
Jumat, 03 Juli 2015
Mantra Perkawinan Anyeq Haling Ubung Do dengan Wau Nuking Ung* karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
SISI MALAM karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
KUBIARKAN karya : Korrie Layun Rampan
Kubiarkan tulang belulangku
Mengadu kepada langit
Kubiarkan kuku dan rambutku
Mengadu kepada bulan
Kubiarkan mataku
Mengadu kepada matahari
Kubiarkan darahku
Mengadu kepada bumi
Kubiarkan!
(adikku terus menari!)
Segala mengadu kepada tiada
Celaka!
Gerak batin dan jiwa
Mengadu kepada cuaca
Segala mengadu kepada keabadian
Kubiarkan!
(hanya secercah isyarat dian!)
Segala gerhana di mulut
Segala gempa di telinga
Segala kerongkongan dahaga
Kubiarkan segala!
Kota-kota tak henti berjudi
Perawan kehilangan angin
Lalu matahari membela hawa
Terbakar jurang kehidupan!
Siapa namamu?
Kesunyian?
Siapa namamu?
Kematian?
Serempak segala mengadu pada darah
Siapkah?
Ibu atau wanita pujaan dunia?
Siapkah?
Kubiarkan!
Kau atau aku
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
ADA karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
LETUPAN BAMBU, TAMBUR UPACARA karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
KATEKISASI karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
Epitaf karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=
MANILA karya : Korrie Layun Rampan
=KORRIE LAYUN RAMPAN=