Tampilkan postingan dengan label AHMADUN YOSI HERFANDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AHMADUN YOSI HERFANDA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2015

CATATAN SENJA DI JENDELA BUS KOTA karya : Ahmadun Yosi Herfanda

Selalu saja berkelebat bayangmu
Di antara kesiur angin, kepul asap dan debu
Tak ada bau parfum yang tersisa
Tak pula patahan helai rambutmu
Tapi di pojok jendela bus kota
Masih mekar juga senyum mawarmu

Kutahu, duniaku sekotor debu
Sehina ketombe yang sesekali mengusam
Pada kilau rambutmu
Tapi pada jantung sekecil debu
Ingin kubingkai luas cakrawala
Bagi kerling matamu

Pernahkah kau rasa juga
Semua yang kurindu?
Ah, kutahu, kutahu, ingatan itu
Telah terhapus jadwal rendesvous
Yang tak terjangkau sisa usiaku


Jakarta, Februari 2007.

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU karya : Ahmadun Yosi Herfanda

Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?

Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?

Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!


Jakarta, 1997/2008

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

AYAT-AYAT ALAM karya : Ahmadun Yosi Herfanda

berabad-abad wajah tuhan bertaburan
jadi ayat-ayat alam yang berserak pada batu-batu
tiap perciknya menjelma wajah yang berbeda
berabad-abad wajah tuhan bertaburan
dalam serpihan cinta sekaligus sengketa

berabad-abad pula adam gelisah
mencoba menyatukan wajah tuhan
dalam gambaran seutuhnya. namun
selalu sia-sia ia. sebab, tuhan lebih suka
hadir dalam keelokan yang beraneka

pada keelokan pohon dan keindahan batu
pada keperkasaan ombak dan kediaman gunung
pada wajah suci seorang bayi dan hangat matahari
dan pada wajah manis seorang istri
tuhan hadir dalam senyum abadi

berabad-abad wajah tuhan bertebaran
pada ayat-ayat alam yang selalu
menemukan tafsir sendiri


Jakarta, 1995/2007.

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

 

NYANYIAN SENJA SEORANG PENCINTA karya : Ahmadun Yosi Herfanda

jika aku mati, luluhlah bagai air
menyusup tanah dan batu-batu
menumbuhkan pohonan di tamanmu
putik bunga pun bertemu benihku
membuahkan cintamu

jika kau haus, minumlah jiwaku
jika tubuhmu berdaki
mandilah dalam kasihku
ikan-ikan bahagia dalam asuhanku
kafilah gembira menemuku

tiadalah arti hidup jika sekadar hidup
tiadalah arti mati jika sekadar mati
jika hidup tiada sebatas hidup
jika mati pun tiada sebatas mati
(jika tak takut hidup jiwa pun tak takut mati
karena dalam mati jiwa menemu hidup sejati)

jika aku mati, luluhlah bagai air
menyusup akar belukar dan pohonan
katak-katak bahagia dalam sejukku
teratai pun tersenyum
dalam ayunan jiwaku

tiada makna hidup
jika tiada menghidupi
tiada nikmat hidup
jika tiada memberi arti
– jika engkau pelaut
layarkan perahumu
pada keluasan hatiku!


Yogyakarta, 1984/2007.

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

SAJAK EMBUN karya : Ahmadun Yosi Herfanda

hanya karena cinta embun menetes
dari ujung bulu matamu, membasahi
rumput dan daun-daun, lalu meresap
ke jantungku. cacing-cacing pun berzikir
padamu, mensyukuri kodratnya tiap waktu

siapa yang menolak bersujud padamu
yang tak bersyukur karena karuniamu?
barangkali hanya orang-orang congkak itu
orang-orang yang berjalan dengan kepala
mendongak ke langit sambil melirik
dengan cibiran harimau

hanya karena cinta hujan menetes
dari sudut pelupuk matamu, membasahi rambutku
menyusup ke pori-pori tubuh, syaraf dan nadi
menghijaukan kembali taman hatiku
burung-burungpun bernyanyi karenaku
berzikir dan bersujud padamu
– ya allah, ampuni adaku padamu!


Yogyakarta, 1990/2007.

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

JALAN RINDU karya : Ahmadun Yosi Herfanda

Di jalan manakah engkau kini menunggu
Kekasih. Begitu panjang jalan kutempuh
Tapi, tak sampai-sampai juga padamu

Berapa abad lagi aku mesti
Menahan nyeri hati tanpamu
Kutanggung sendiri berwindu rindu
Kutahan sendiri sepi tanpamu

Di manakah kini engkau menunggu
Kekasih. Setelah kutinggal khianat tanpamu
Tak tahu lagi kini alamat bagi rinduku
Masih terbukakah pintu untuk kembali
Ke satu cinta hanya padamu?


Jakarta, 2007.

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

Kamis, 13 Agustus 2015

DIBAWAH LANGIT MALAM karya : Ahmadun Yosi Herfanda

purworejo

 

kucium kening bulan

dalam sentuhan dingin angin malam

ayat-ayat tuhan pun tak pernah bosan

memutar planet-planet dalam keseimbangan

 

langit yang membentang

menenggelamkanku ke jagat  dalam

kutemukan lagi ayat-ayat tuhan

inti segala kekuatan putaran

 

jagad yang menghampar

membawaku ke singgasana rahasia

pusat segala energi dan cahaya

membebaskan jiwa

dari penjara kefanaannya

 

kucium lagi kening bulan

engkau pun tersenyum

dalam penyerahan



 

1983           

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

 (diambil dari buku : SEMBAHYANG RUMPUTAN karya Ahmadun Y Herfanda, penerbit Bentang Budaya, cetakan pertama, Mei 1996)

 

RESONANSI BUAH APEL karya : Ahmadun Yosi Herfanda

buah apel yang kubelah dengan pisau sajak
tengadah di atas meja. Dan, dengan kerlingnya
mata pisau sajakku berkata, ”Lihatlah, ada puluhan
ekor ulat besar yang tidur dalam dagingnya!”

memandang buah apel itu aku seperti
memandang tanah airku. Daging putihnya
adalah kemakmuran yang lezat dan melimpah
sedang ulat-ulatnya adalah para pejabat
yang malas dan korup

tahu makna tatapanku pisau itu pun berkata,
”Kau lihat seekor ulat yang paling gemuk
di antara mereka? Dialah presidennya!”

buah apel dan ulat
ibarat negara dan koruptornya
ketika buah apel membusuk
ulat-ulat justru gemuk di dalamnya




Jakarta, 1999/2000

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

ZIKIR SEMUT karya : Ahmadun Yosi Herfanda

semut-semut pun kauanugerahi
sepercik cahaya pagi
hatinya yang kaucintai
terang dalam kegelapan hari

ketika cahaya langit mekar
berjuta semut berzikir
berderet di akar pohon
bagai beribu sufi
menyanyikan shalawat nabi

karena kauanugerahi kekuatan
semut-semut dengan ringan
memanjat ranting dan daun
meletakkan cintaku
di putik bunga

dan sang embun pun berkata:
barangsiapa tak kauanugerahi cahaya
akan tersuruk-suruk langkahnya
bagai semut kehilangan kepala




1990

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

SUNGAI IMAN karya : Ahmadun Yosi Herfanda

sungai itu panjang sekali
mengalir ke dalam tubuhmu
dengan penuh cinta aku pun berlayar
bersenandung dalam konser ikan-ikan

sungai itu dalam sekali
berpusar dalam palung jiwamu
dengan penuh gairah aku pun menyelam
menangkap makna hidup pada mata kerang

sungai itu panjang sekali
di arusnya aku memburumu
tak sampai-sampai




1990 

=AHMADUN yOSI hERFANDA=

ZIKIR SEEKOR CACING karya : Ahmadun Yosi Herfanda

dalam duniamu aku cacing tak bermakna
yang melata dari lumpur ke lumpur
peradaban tanpa jiwa, yang menggeliat
di selokan-selokan kumuh kota, yang
bahagia ketika pohon-pohon berbunga

cobalah kaudengar zikirku, menetes
jadi madu di pucuk-pucuk akar pohon itu
kucangkul tanah keras jadi gembur
kurabuk ladang tanpa hara jadi subur
kubimbing akar-akar pohonan
menyusup sela-sela batu dan belukar
menghisap sari madu kehidupan
sedang aku cukup tumbuh
dari daun-daun gugur

di kota-kota padat beton dan baja
aku jadi penghuni tak berharga
tapi dengarlah kecipak ikan-ikan
bernyanyi atas kehadiranku
ketika tubuhku kurelakan
lumat jadi santapan

akulah si paling buruk rupa
diantara para kekasih dunia
namun syukurku tak tertahankan
ketika dapat ikut menyuburkan
taman bunga di beranda




1990

=AHMADUN YOSI HERFANDA=


SAJAK URAT LEHER karya : Ahmadun Yosi Herfanda

karena cinta tuhan meletakkan
dua malaikat di pundakmu
-inilah pengasuh-pengasuhmu
kata tuhan. sayap-sayapnya
bisa membawamu terbang ke langit
sekaligus berpijak di bumi lagi

engkau tak perlu takut
malaikat bukan polisi atau satpam
bersih dari amplop dan uang sogok
tak suka dijilat maupun menjilat
malaikat bersih dari nafsu-nafsu burukmu
karena cinta tuhan meletakkan
dua malaikat di pundakmu
karena cinta tuhan lebih dekat
dari urat lehermu




1990

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

DOA PEMBUKA karya : Ahmadun Yosi Herfanda

hanya milikmu cahaya pagi hingga senja
dan rahasia kegelapan ketika malam tiba
pada muhammad kauanugerahkan kemuliaan
pada sulaiman kaulimpahkan keberadaan
kau tunjukkan keindahanmu melalui yusuf
dan cinta kasihmu melalui isa
di hati kekasihmu sejati pun kautanam
rahasia kemakrifatan

kaujadikan perut burung-burung
kenyang ketika petang
dan lapar kembali ketika pagi
hingga terdengar selalu kicaunya
menghiasi kelompok hari yang terjaga

kaujadikan bintang-bintang
selalu bertasbih padamu
kauciptakan pohon-pohonan
selalu berzikir padamu
o, allah, anugerahi aku kesetiaan
tanganku menjadi tanganmu
kakiku menjadi kakimu
lidahku menjadi lidahmu
mataku menjadi matamu
telingaku menjadi telingamu
hatiku menjadi istanamu
:bumi dan langit tak mengandungku
tapi hamba berimanku mengandungku*



=AHMADUN YOSI HERFANDA=

*dari Hadis Qudsi

Rabu, 05 Agustus 2015

CATATAN DI POJOK TAMAN karya : Ahmadun Yosi Herfanda

- kepada pahlawan tak dikenal

 

kini kau berlayar sendirian

di lautan kelam tanpa karang

menuju pelabuhan seberang

untuk tidur di pangkuan tuhan

 

(sebutir peluru telah merenggut jantungmu

ketika kau nekat melindungiku

dalam penyerbuan ke benteng itu

di pangkuanku kautinggalkan jasadmu

sebelum sempat kausebut namamu

asal dan induk pasukanmu

kecuali seberkas senyum keikhlasan)

 

lukamu kini tak dapat kuraba lagi

karena dagingmu telah kembali ke asal

tinggal cahaya putih cintamu

membekas dalam di kalbu



 

1980

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

SAJAK ALIF karya : Ahmadun Yosi Herfanda

kautulis kearifan pada alif

huruf pertama panggilanmu

gerbang terdepan ke taman hatiku

ketika sunan kalijaga

menggembala umatnya

alif pun menjadi tongkatnya

 

pada tongkat isa tertulis cinta-kasihmu

pada tongkat musa terukir keajaibanmu

ketika tongkat mengetuk batu

mata air pun terpancar

darah abadi bagi kehidupan

 

kautulis kemuliaan pada alif

huruf terdepan panggilanmu

kauturunkan alif dari arasy ke bumi

debu pun menjelma kemuliaan sejati

alif terbentang di hati orang pilihan

jalan lurus menuju haribaanmu



 

1987

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

SAJAK ORANG MABUK karya : Ahmadun Yosi Herfanda

karena hidup penuh keterbatasan

kupilih api cinta abadi

membara dalam dadamu

allah, sambutlah hatiku

yang terbakar api itu

 

karena hidup penuh keterikatan

kupilih kebebasan dalam apimu

bakarlah seluruh diriku

o, allah

kuingin debu jiwaku

mengalir abadi dalam darahmu

 

bertahun-tahun aku mabuk

bermalam-malam aku tenggelam

dalam gelombang kerinduan

luluh dalam apimu



 

1991

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

TAHAJUD SUNYI karya : Ahmadun Yosi Herfanda

 

kuketuk pintumu. biarkan jemari kasihku

mengusap gerai rambutmu. kau pun membuka

tabir jiwaku, hingga hatiku bisa leluasa

mengeja alif ba ta cintamu

(kata-kata mesra pun bermekaran

lewat pintu jiwa kupetik bagai bunga

hadiah untuk kekasihku kelak di sorga)

 

malam ini aku pasrah dalam renta

entah esok atau lusa

jika kealpaanku tak lagi kausapa

tenggelamkan diriku yang sarat luka

ke lautan cintamu yang tak terukur dalamnya

-- kan kubasuh segenap nikmat kesesatan!



 

1980

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

SAJAK ZIARAH karya : Ahmadun Yosi Herfanda

dengan zikir kuziarahi siti jenarku

yang berpusara di bilik kalbu

dengan cinta kuziarahi adam-hawaku

yang bertenda di pintu mautmu

sepanjang waktu aku berziarah padamu

daun-daun gugur yang mendahului hari tamatku

 

sepanjang langkah aku berziarah

sepanjang sujud kusebut maut

sepanjang cinta kutabur bunga

sepanjang orgasme kusebut kematiannya

sepanjang hidup kau berziarah-ziarah

sepanjang mati hidup kauziarahi

siapa tak kenal ziarah

takkan kenal makna rumah

 

dengan ilmu kuziarahi nabi hidirku

yang berpusara di sungai jiwa

dengan kata kubongkar rahasia alima

yang terkunci di bilik sukma

dengan sajak aku pun berdoa

membuka tangan al-malik

yang menggenggam jagat raya



 

1992

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

MEMORIAM PEZIARAHAN karya : Ahmadun Yosi Herfanda

- pemakaman kaliwungu

 

salam padamu, bapak-simbok, kakek-nenek

buyut-biyungku. telah lama kalian tidur

tanpa degup dan gairah hati. sendiri

doa bagimu tanpa bunga tujuh warna

bakti bagimu tanpa kepulan asap dupa

ziarahku dalam sederhana

sebelum diziarahi anak cucu

 

pohon semboja kutanam

tumbuh subur penuh bunga

ialah saksi waktu dan usia

yang menipis di mulut batara kala

ialah pertanda kesuburan cinta

tertanam abadi di hati kita

 

takzim padamu, penghuni misteri

penunggu akhir tanpa mimpi



 

1981

=AHMADUN YOSI HERFANDA=

Sabtu, 25 Juli 2015

PERSINGGAHAN karya : Ahmadun Yosi Herfanda

- pantai samas

 

laut hanya bersajak. cinta

mengendap dalam tubuh tegak

beku memandang dingin matamu

 

tak kautangkap gairah pagi

mentari menghidupkan percik

ombak di pasir, kini-esok

tanpa akhir

: di sinilah kehidupan

bermula dan berakhir

 

perahu nelayan melaut

berlabuh kembali

di pelukan terabadi

dan kita, petualang, tergenggam

keangkuhan batu karang

mengunyah duka. diam

dalam ayunan gelombang

 

tak kau pedulikan tingkah

angin pagi. mengayun mimpi

telah kita ukir kenangan

kepedihan tak terelakkan

 



1982 

=AHMADUN YOSI HERFANDA=