gelandang
gelinding
gelundung
gelendeng
gelondong
roda dan aku
nyaris mirip
nasibnya
2000
=ATASI AMIN=
gelandang
gelinding
gelundung
gelendeng
gelondong
roda dan aku
nyaris mirip
nasibnya
2000
=ATASI AMIN=
malam
antarkan aku
ke balik bilik kamar
hormon muda
dan busana sedikit longgar
pada dipan reot
engkau berbaring
dengan dada yang terbuka
saperti aquarium
kena sorot
jari jari
pun berkelana
berkali kali
terengah
di tengah
pentas
aku pilih kualitas
engkau pilih kuantitas
enti tas baru?
malam pun mafhum
2000
=ATASI AMIN=
Di atas jemuran
sepotong celana dalam
berayun ambing
ditiup angin
diterpa matahari,
hangat
sama saja
ketika dipakai;
kedutan
Sepatu baruku
Bikin lecet kakiku
Pacar baruku
Bikin hatiku lecet
Bagaimana,
Malam pertamamu?
2000
=ATASI AMIN=
Darah biru
Dulu
Darah merah
Sekarang
Darah putih
Keputihan?
Darah di mana
Darah tumpah
Tumpah darah?
2000
=ATASI AMIN=
Uang palsu
Obat palsu
SK palsu
Oli palsu
Nama palsu
Palsu
Palsu !
Bagaimana pulsa?
Maaf,
Salah sambung
2000
=ATASI AMIN=
udara
utara
hening
bening
menjaga riwayat
hingga di sini
pagi
berwujud
=ATASI AMIN=
dari mesjid
seribu bulan
air diusung
ribuan kali
pula menyeru
asma Allah
tanpa tasbih
kali ribuan
ekstase?
KasihNya
segala
Nya
1999
=ATASI AMIN=
Kulihat
Di atasmu ada bintang
Di wajahmu ada bolong
Di matamu ada uang
Di dadamu ada kutang
Di perutmu ada bimbang
Di bawahmu ada remang
Di kakimu ada baying-bayang
1999
=ATASI AMIN=
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Pandanganmu
Pandanganku?
kita memang beda
1998
=ATASI AMIN=
1
karena akhirnya pergi
harapan mengetahui lagi
yang hilang
limpahan percakapan
jarak berbatas oleh satu
kekasih yang tersisa
2
dengan cerlang jiwa dibaringkan
merupa buah berisi misteri
pengaruh saat saat masyuk
mengenang gurun
yang puitis itu
mengalir luas
merambah bukit satu
3
di antaranya adalah jiwa
ketenangan, kebebasan
dambaan yang benar
berburu di masa hidup
dekati sumber
4
meski berada di simpang jalan
ini tak akan berlangsung lama
sebab saat kemudian tak diduga
berlalu dengan menunggang senja
5
pandangan yang tersembunyi
antara langit dan bumi
melalui pori pori
tentang diri
selama ini dicari cari
ternyata ada sendiri
6
manusia, sangat mendalam
banding sungai yang sangat besar
tak terhingga sebagai batin
menyingkap yang benar
jalan bukit yang paling tinggi
tentang dalamnya akar
karena manusia
lebih dalam
akal dan pikirannya
7
kebenaran mengalir kecil
dikenal sebagai kumpulan
yang kembali ke muara
melukiskan arah pulang
di masa berpisah
8
kekasih masuk
bulan keluar
diam diam
sama dengan rindu
kembali datang
memutus malam
9
benci menyesali banyak mau,
gembira bertemu saat akan berpisah
sebagai masalah
jarak perjalanan
10
hari ke hari jelang
kekasih mendekat
saat paling mendalam
besaran cinta
menjauh di badan
11
selama kami diam
lalui dataran luas
yang mula hilang
kini kembali mengenal
sebagai zikir
bergabung pada upacara ini
12
kami dipandang pada pucuk
melalui pengembangan ajar
pengembaraan daun terakhir
memilih peran ranting
bulan penuh menarik masa
13
sejak rindu yang luar biasa ini
mencoba dalami sumber
lebih jauh lagi
salahkan api dunia
2004
=ATASI AMIN=
datanglah kepadaku, kekasih
biarkan buih belai rambut
dan bukit tempat aku menepi
membilang debur ombak
nyanyian laut yang menang
antara karang dan buritan
berharap datang dari sumber
dan hidup dalam cahaya
sabar camar yang jaga
di sepanjang pantai
penyair memunguti senja
bermil mil perjalanan air mata
akankah jadi cerita roman
tertuang indah oleh bibir yang basah
ataukah rasa salah
datanglah kekakasih
temukan
2001
=ATASI AMIN=
ketika memasuki masjidil Haramain
jutaan manusia menciptakan gerakan
satu arah, sebalik jarum jam kelilingi Ka'bah
untuk satu hal: Kau adalah Maha
aku coba pahami ke belakang, waktu
yang menggeliat membawa cerita lain:
aku masuk ke kedalaman-Mu, bayangan kita
dalam doa doa, airmata dan getaran
semua akan berpulang pada Yang Maha
dan hati selalu berbisik lembut
Tuhan, kita cuma ada dalam rasa
1999
=ATASI AMIN=
Ke pintu
mestinya kita pulang
setelah pertengkaran sengit
sebab paham
Ke pintu
malah kau makin menjauh
2002
=ATASI AMIN=
biru laut
kelam
matahari
tenggelam
mistis
bulan sabit
di atas perahu
mistis
1998
=ATASI AMIN=