Tampilkan postingan dengan label AZHAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AZHAR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2015

RINDU SAJADAH karya : Azhar

Aku ingin pulang, ibu

Sudah kutempuh perjalanan berdebu

Derita yang kutangkap di perjalanan

menjadi catatan dalam batinku

 

Serigala dan keranda

sampai juga lindap di mata

Dada didera rindu sajadah

Sujud ruh yang pasrah

 

Hidup memang ternoda

Tapi geliat ruh ingin tak percuma

Sekata dalam cinta

Sehati sujud setia

 




=AZHAR=

LITANI karya : Azhar

Beribu harap di dada

Menghambur pada-Mu semata

 

Dari matahari ke matahari

Kian susut halaman usia diri

 

O, Allah!

Aku tak akan lari

Walau terjerat dalam duri

 

Seluruh cinta, seluruh usia

Tumpah memeluk sabda

 

Memelihara sujud diri

Kereta ajal masih menanti

 



=AZHAR=

KASIDAH HIDUP karya : Azhar

dengan belasungkawa atas cahaya

yang pernah terbenam di pesisir kalbu

aku bersimpuh merajut helai-helai asma-Mu

demikian cinta terasa dekat

hilang penat

 

demikian hari pun terasa fana

kereta ajal mendekat jua

alangkah mesra, alangkah mesra

jika cinta ini terus dijaga

 

dan kubuat hati jadi kerajaan

keindahan dan kasih

memandang semesta mesjid kehidupan

dengan hati putih!




=AZHAR=

LAGU TANAH KEMARAU karya : Azhar

matahari menyengatkan kegelisahan

di atas ladang kerinduan

 

burung-burung memekikkan pedih

di dahan-dahan letih

melawan kemarau dengan perih

 

tapi kesabaran harus berulang

agar harapan tak lekas hilang

bajak dan sapi di kandang

dijaga dengan sayang

 

duhai, ibu

harapan dan kasih sayang

modalku untuk berjuang

 




=AZHAR=

KONSPIRASI PARA MALING karya : Azhar

inilah negeri yang lama dibikin malu

ketika hukum bisa dibeli setiap waktu

para maling leluasa berkonspirasi

dan terjadi banjir bandang korupsi

 

di bulan Mei yang berhujan

topeng-topeng terbuka mulai bernyanyi

di tengah busung lapar anak negeri

 

ini bukan negeri dongeng yang tanpa hutang

rumah-rumah peribadatan beragam dan panjang

tapi begitu lama kebusukan terjaga

dari senja ke senja

 

inilah negeriku

negeri yang lama dibikin pilu

 




=AZHAR=

CATATAN HIDUP karya : Azhar

Sunyi berbaring di kalbuku

Gema ayat-Mu yang melintas

Menyalangkan kembali mataku

Melawan ombak yang keras

 

Kupetik angin dari mata ibuku

Aku simpan di jantungku

Kelak ingin kubagi pada pacarku

yang membawa bulan untukku

 

Angin dan bulan akan kusimpan

buat bekal keturunan di perjalanan

Memang harus ada yang dipahatkan

sebelum ruh meninggalkan badan




=AZHAR=

LAGU UNTUK IBU karya : Azhar

Hari ini aku ingin menggambar lautan kasih

sayangmu. Tapi penaku buntu

Di kepalaku masih tergambar iringan

perahu doamu untukku

 

Dalam kegelapan kau beri aku suluh

Topan telah kau tembus tanpa keluh

Angin pantai dari matamu menyapaku

Bersyukur aku dalam cahaya rindu

 

Ibu, tak sanggup tanganku menjelajahi

lautan kasih sayangmu

Ridhomu terpahat di jantungku

Doamu menurunkan keharuan di mataku

 




=AZHAR=

SAJAK UNTUK PRESIDEN karya : Azhar

Yang mulia,

angin di stasiun tua

beda dengan angin istana

di sini bau keringat penumpang dan kuli

di bawa angin ke sana dan kemari

dibawa angin pula wangi parfum murah

yang dipakai Sumirah

yang menunggu kereta yang terlambat tiba

yang rindu ibunya yang miskin di desa

setelah lama jadi pelacur di Jakarta

 

di bangku panjang duduk pula

pak guru tua yang menunggu cucunya

yang putus sekolah karena tidak ada biaya

dan ingin kerja di Jakarta

karena tidak ada pabrik di desa

sawah dan kebun di sana

sudah jadi milik orang kaya di kota

 

di sudut stasiun tua

berdiri anak muda

yang baru bebas dari penjara

dan bingung mau ke mana

bapak dan ibunya sudah tiada

rumahnya kena gusuran dan jadi jalan

dengan nama seorang pahlawan

 

inilah potret anak bangsa

di tanah airnya yang kaya

sementara cukong-cukong lama berjaya

merampok hutan raya

dan para koruptor tak ditembak mati

hingga lahir duka di sajak ini




=AZHAR=

JALAN POS karya Azhar

Di jalan pos aku melintas

Ada hidup yang keras

Aku ingat pada Pramoedya Ananta Toer

yang mencatat nestapa di Buru

Aku ingat pada Rendra

yang mengajak pelacur Jakarta bersatu

Aku ingat pada Leo Kristi

yang melantunkan nelayan yang tak kembali

Aku ingat pada rezim tirani

yang bikin sengsara anak negeri

Aku ingat para penganggur

di tanah  yang subur

 

Tuhan, di tanah merdeka ini

jangan biarkan tirani kembali




=AZHAR=

Minggu, 26 Juli 2015

AKU PINJAM NAMA AKU DARI MU karya : Azhar

aku pinjam nama Aku dariMu

dengan kerendahan hatiku

 

bumiMu tak bisa memuatMu

langitMu tak bisa memuatMu

 

tapi semua yang ada di langit

dan dibumi selalu

meminta kepadaMu

 

Allah, biarlah hatiku

bisa memuatMu

 




=AZHAR=

KEBERANGKATAN karya : Azhar

alangkah senyapnya cuaca

ketika keberangkatan sebuah keranda

dan gerimis berhenti jua

sebelum iringan itu tiba

 

kita pun berkaca di beranda

pada jam yang berkedip tak terduga

lalu memandang dunia fana

ah, alangkah singkatnya saat-saat kita



=AZHAR=

LAGU PERJALANAN karya : Azhar

Musim penghujan akan meninggalkan kenangan

Mendekatkan kita pada gerbang langit

Tanah subur di halaman

setia menangkap daun tak terkait

Kita pun menangkap tanda-tanda zaman

yang diwarnai pengkhianatan

 

Ada kesenyapan dan keriuhan

menyelinap di kalbu yang berbulan

Ada juga keperihan

Tapi tak mengubur keyakinan

Dengan sujud cinta

Dengan air mata

kita melayarkan iman kepada-Nya

 




=AZHAR=

MATA YANG MEMBERI karya : Azhar

Halo, Tuhan

Telah Kau perindah matanya

dengan cahaya bulan

Mata yang menyayangiku

Mata yang menyentuh hatiku

 

Halo…

Kutahu tak ada sahutan

Tapi Kau Maha mendengarkan

Terimalah doaku untuk matanya

Mata yang mau menerima

kekurangan dan kelebihan

Mata yang menggembirakan

Mata yang memahami kesederhanaan

 




=AZHAR=

SAJAK KERINDUAN karya : Azhar

Menatap tubuh renta di ambang maut

Betapa nikmat nafas yang terpaut

Tapi maut jalan keabadian

Tempat catatan hidup dibagikan

 

Allah, Engkau tempat bergantungnya segala sesuatu

Tak ada seorang pun yang setara denganMu

Di tanganMu kekuasaan atas segala sesuatu

 

Menemui Engkau adalah kerinduan

bagi setiap nafas berbalut iman

 

Hati pun menyeru-nyeru

Allah yang Maha Suci

cukuplah Engkau menjadi penolong kami

 




=AZHAR=

SIUL HUJAN karya : Azhar

Aku pun bersiul menahan dingin hujan

Tapi sesaat kerna gubuk-gubuk

memantulkan kepedihan

Lalu kucumbu kesan rumahku

yang kena gusuran

dan kubur saudaraku

yang hilang bagi jalanan

 

hujan senja pun berhenti perlahan-lahan

Dan kunikmati wajahmu pada mataku

Tapi peluit kereta menyulutkan sendu

dalam riuh suara-suara

di dalam dan di atas gerbong tua




=AZHAR=