Tampilkan postingan dengan label B. Y. TAND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B. Y. TAND. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

APIKU, AIRKU, ANGINKU, TANAHKU karya : B. Y. Tand

 

Di atas apiku kubakar matahari

luka-luka kubasuh dalam airku

Kepada anginku kutaburkan rindu-rindu

dendam-dendam kutanamkan ke dalam tanahku

 

Asal api pulang ke api

Asal air pulang ke air

Asal angin pulang ke angin

Asal tanah pulang ke tanah

 

Matahariku pulang ke matahari

luka-lukaku pulang ke luka-luka

Rindu-rinduku pulang ke rindu

dendam-dendamku pulang ke dendam

 

Tuhanku

kukembalikan matahariku

kukembalikan luka-lukaku

kukembalikan rindu-rinduku

kukembalikan dendam-dendamku

kepada-Mu

Telah kubasuh luka Adam

dengan darahku sendiri.



 

1981

=B. Y. TAND=

KALAU MASIH ADA PILIHAN LAIN karya : B. Y. Tand

(kepada Federico Garcia Lorca)

 

Kalau masih ada pilihan lain

kupilih ombak ganas. Menghempas

dalam matamu. Semak belukar

hangus terbakar

dalam dendam

Hutan jati menggeliat

dalam api

 

Kupilih kau Federicoku

angin patah-patah hinggap

di puncak kuda zanggi

bulan purnama

Kita pacu tanpa pelana

kita taburkan racun

di langit Granada

 

CERMIN III karya : B. Y. Tand

Setiap saat jam bertanya kepada waktu

Pukul berapa sekarang?

Jam hanya menggerak-gerakkan tangannya

menunjuk pada angka-angka

Tetapi dia tahu

jam sudah letih dan semakin pelupa

sementara di luar hari sibuk menghitung

daun-daunnya yang gugur sebelum senja tiba

dan saat-saat waktu istirahat panjang.



 

1982

=B. Y. TAND=

CERMIN II karya : B. Y. Tand

Adakah kaudengar?

suara bergetar bangkit dari bangkai anjing

di tepi jalan itu ramah menyapamu

Ketika kau tergagap

suara itu menyelinap

masuk merebut senyap dari setangkai bunga hutan

yang sedang membuka kelopaknya

 

Sebaris angin singgah dari perjalanannya yang jauh

mengipas-ngipaskan sayapnya kemudian memetik detik-detik

yang terlepas dari jari waktu pada mata bangkai anjing itu. Adakah

kautangkap?

Seluruhnya dan cuaca yang tiba-tiba redup

meneteskan gerimis sepanjang hari itu?




=B. Y. TAND=

CERMIN I karya : B. Y. Tand

Kudekap gemetar lautmu

dan bayang-bayang

yang hampir hilang

tatkala cahaya merebut gelap

dari sisiku

 

Ke mana hilangnya sajak-sajak

yang kutuliskan dengan angin

pada bayang-bayangmu di cermin itu

Masuklah kembali, wahai

masuklah. Barangkali sebentar lagi

tangan-tangan senja menutup

pintu-pintu.



 

1982

=B. Y. TAND=

PRAHARA karya : B. Y. Tand

Prahara bermula dari laut dosa telaga purba

mencoretkan dendam demi dendam manusia

di dinding-dinding laut terbuka

mengunyah darah dagingnya

 

Sepi berderit

mengayuh perahu-perahu ke hulu

di hilir sungai-sungai keruh

pasir di pantai menjeritkan keluh

ke angkasa luka

Tuhan kita terbunuh

di mana-mana

darahnya jadi sungai

mengalirkan racun nestapa

 

Angin menjulangkan ombak

ke langit hijau

mengetuk pintu demi pintu. Malaikat

dengan jari-jari putih

mencatatkan rindu demi rindu

pada daun-daun ungu

dan jendela-jendela termangu

 

Ombak laut hijauku

julangkan aku

ke pucuk sepimu sayup-sayup ke puncak sepiku

mereguk gerimis bulan sendu. Atau karamkan aku

ke laut tangismu karena perahuku telah kutambatkan

pada hijau lumut di batu-batu



 

1982

=B. Y. TAND=

DIAM II karya : B. Y. Tand

Kautuliskan diam di pasir-pasir

tak sempat terbaca angin

kaudesahkan diam di gumam-gumam

tak sempat terdengar angin

 

Diamlah diam

angin selalu sibuk

angin selalu sibuk, saudara

diamlah dalam diammu

arif dan bijaksana!



 

1980

=B. Y. TAND=

LUKA karya : B. Y. Tand

Luka Adam

kita basuh dengan cuka

nyerinya berjangkit ke udara

Hiruplah!

 

Dosa Adam

kita tebus dengan luka

darahnya berceceran ke bumi

Teguklah!


 

1980

=B. Y. TAND=

DALAM LAUTKU KAPAL KAPAL BERTOLAK DAN BERLABUH karya : B. Y. Tand

Dalam lautku

kapal-kapal bertolak

memuat luka-luka

 

Dalam lautku

kapal-kapal berlabuh

menyusukan luka-luka

 

Tiba-tiba badai bangkit

menelan lautku

ke dalam lautmu.


 

1981

=B. Y. TAND=

TIBA TIBA KITA TEMUKAN DIRI KITA karya : B. Y. Tand

Tiba-tiba

kita temukan diri kita

lengkap. Terperangkap

dalam nisbi.

Sia-sia!


 

1980

=B. Y. TAND

Jumat, 07 Agustus 2015

MENGAPA TIBA TIBA KAU MENJADI ASING karya : B. Y. Tand

Mengapa tiba-tiba kau menjadi asing

ketika angin beku dan teka-teki itu

tak juga terjawab.

 

Sebelum sisa senja itu tenggelam

katakanlah sesuatu. Dengan tersipu

batu-batu itu kaudengar mengaduh

getarnya terasa mendenyut

dalam mimpimu.

 



1980

=B. Y. TAND=

WAKTU karya : B. Y. Tand

Dalam deras sungaimu

aku dan waktu berpacu

mendaki bukit sunyi

yang kaujanjikan

 

Hiruk pikuk suara

menggapai langit putihmu

terlempar ke kolam-kolam

Lihat!

Ikan-ikan berenang menimba waktu

mencari matahari di teluk-teluk pualam

Tetapi tiba-tiba malam menjalanya

dengan kain sutera

yang kausimpan di surga

 

Aku dan waktu berjanji

akan berhenti pada stasiun terakhir

kereta senja yang kausediakan

Tak ada percakapan

kecuali sepi

sekali-sekali mengetuk pintu

menjengukku

Aku tahu sebentar lagi

roda kereta berputar makin perlahan

sementara waktu di sisiku tersipu

memandangku.



 

1982

=B. Y. TAND=

RINDU-RINDU karya : B. Y. Tand

Ombak menggoreskan rindu di batu-batu

Angin menggoreskan rindu di bukit-bukit

di batu-batu

di bukit-bukit

kita hempaskan rindu kita, kita hempaskan

berderai batu-batu, berderailah

berderai bukit-bukit, berderailah

 

Berderailah rindu-rinduku

tumpah di telapak kakimu.


 

1980

=B. Y. TAND=

DAUN DAUN MENATAP karya : B. Y. Tand

Daun-daun menatap setelah hujan reda

ke mana perginya deru angin yang menyebarkan

uap jerami dari ladang-ladang terbuka

sementara laut hijau di celah jari-jari hari

tiba-tiba bangkit memacakkan tiang-tiang

di beranda rumah tinggal

 

Barangkali dia kembali kepada ombak

ibu kandung yang menyusuinya

sampai dewasa

kemudian menjadi badai

yang bakal menyinggahkan bayang-bayang panjang

di setiap pantai.



 

1980

=B. Y. TAND=

DOA SEORANG MANUSIA karya : B. Y. Tand

Tuhanku

Jadikan aku batu-batu tembok kota Jakarta

biar kusimpan semua rahasia penghuninya

dalam diamku yang setia

Karena diamku sebagai manusia

tak dapat kupercaya


 

Jakarta, 1980

=B. Y. TAND=