Tampilkan postingan dengan label IBG. DHARMA PUTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBG. DHARMA PUTRA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2015

MASA DEPAN karya : IBG. Dharma Putra

Aku jauhkan dia

Bukan untuk kupeluk selalu

Dan kamu susui

Tapi untuk perkenalkan

Naga-naga dan penghuni liar dunia

Seperti yang aku ceritakan

 

Aku jauhkan dia

Untuk ajarkan mandiri dan toleransi

Seperti yang teramalkan harus terjadi

 

Aku jauhkan dia

Untuk sebuah percobaan siksa

Hingga yang biasa akan jadi bahagia

 

Aku jauhkan dia

Dengan kesengajaan

Dan untuk apa rengekan itu?

 




=IBG. DHARMA PUTRA=

IBUNDA karya : IBG. Dharma Putra

Hari ini

Hari yang sama

Hari berdoa dan diam

Hari yang selalu penuh dan ternikmati

 

Hari ini

Tetap sepi dan sendiri

Tapi diammu mewarnai dan memberi

Menginspirasi kedamaian kami

Buah hatimu, tujuan doa doamu

Sumber kesibukan dan pikiranmu

 

Hari ini

Aku takut menulis puisi

Karena hormatku tak terperi

Dan puisi tak berkecukupan isi

Tapi tetap berarti

 

Hari ini

Terimalah hormat proklamasi sejati

Tentang anugrah bumi tidak tertandingi

Seorang ibu tak terbandingi

Sekali dan selalu terbukti

 

Hari ini

Di kejauhan diri yang lekat di kalbu

Ingin kuadu rindu dan nikmatnya pilu

Di pangkuanmu sendu

 




barabai, pada pagi tiga tiga sepuluh

=IBG. DHARMA PUTRA=

PRITHA karya : IBG. Dharma Putra

Langkah tertatih

Rengek kecil

Gumaman manja

Dan tangan tangan mungilmu

Adalah kenangan kasih abadi

Di hati sanubari

 

Kamu adalah sensasi

Puncak cemara bahagia

Bak tawa

Sehabis nafas kita

 

Ketahuilah

Kau batu putihku

Tergeletak di antara pasir hitam legam

Mencorong mempesona

Dan aku

Mencintaimu

 

Keharuan

Akan bayang di depanmu

Adalah semangat

Yang dapat kalahkan segala aral

Berani menentang kodratku

 

Bersama peluk mesramu

Adalah inti kehidupan dan kehangatan

Dan bau nafasmu

Menyentuhku di hati

Dengan kristal kekangenan

 



=IBG. DHARMA PUTRA=

(nb. kayaknya judul puisi ini merujuk ke putri kesayangan penyair: Pritha Savitri Dhafa Putra)

CINTA karya : IBG Dharma Putra

Tidak hilang

Hanya oleh aib

Karena petir

Bukan suara pemanggil hujan

…………………….



=IBG. DHARMA PUTRA=



Kamis, 13 Agustus 2015

EROTIKA karya : IBG. Dharma Putra

Ada rasa sangat dalam

Menenggelamkan erotika lelakiku

Pasrah mengabdi pada bahagiamu

Rasa yang belum aku pahami maknanya

 

Ada kehangatan manusia tak berkelamin

Merengkuh hatiku di dekatmu

Hanya ingin menyayang

Tapi tak lengkap seperti dulu

Hingga kini pun belum kutemukan maknanya

 

Ada keinginan yang sangat terukur

Dengan perhitungan yang rumit

Yang harus bernilai kehormatan

Dan menjaga martabat kemanusiaan

Bernilai luhur

 

Rasa-rasa itu tercampur baur

Menjadi aku di depan wujudmu

Nyata walau belum kupahami maknanya

KAMU DAN AKU

 

Masih di sini

Walau kamu kaya

Dan aku dalam kemelaratan

Tapi hilang

Karena telah biarkan lapar kelaparan

Dalam foya-foyamu

 

Kita

Adalah rasa cerdas

Yang bersekat ketidakadilan

 




=IBG. DHARMA PUTRA=

LUKISLAH UNTUK KU karya : IBG. Dharma Putra

Lukislah buat aku

Sebuah pondok

Dalam hamparan sawah

Pada pagi yang berembun

Rintik gerimis kecil

 

Lukislah buat aku

Warna-warna indah

Bau tanah nostalgia

Agar menyentuhku mesra

Tepat di hati

 

Lukislah buat aku

Titik dan garis yang tegas

Keberadaan nyata mimpiku

Pada langit bumi dan matahari

Serta malam penuh bintang

Bulan purnama memerah

 

Lukislah buat aku

Kesederhanaan masa kecil

Bukan istana penuh pura

Bukan pengorbanan terpaksa

Bukan pula pemanfaatan berlebihan

Seperti yang kita rasa

 

Lukislah buat aku

Gunungan ketulusan

Pohon buah dan bunga

Yang telah disepakati

Dan bukan hasil kehidupan

Bernarasi tunggal

 

Lukislah buat aku

Kemantapan masa depan

Yang penuh gembira

Dan bahagia

 

Lukislah buat aku

Seperti yang aku duga

Bisa dapat dan mau

Kamu lakukan




=IBG. DHARMA PUTRA=

MATI RASA karya : IBG. Dharma Putra

Pada saat susupan lidokain

Bekerja aktif di sekitar luka parahmu

Sedikitpun tak ada rasa yang hilang

Hanya tak sakit

 

Pada saat kamu tertidur nyenyak sekali

Rasa-rasa tubuhmu mengkhayal lain

Dalam bentuk mimpi-mimpi

Masih ada rasa

 

Mati rasa adalah misteri

Kebohongan sebelum mati

Tak ada menyata

Bahkan di inti khayal terdalam

Bagi kita yang tak pernah kehilangan cinta




=IBG. DHARMA PUTRA=

KURAU karya : IBG. Dharma Putra

Belantara asing

Berbingkai samudera

Tempat tempa dan siksa

Dan suasana aneh

Yang tak sepenuhnya aku mengerti

 

Anginnya garang

Lantang berbunyi lolong

Dan hembusan kencang menantang

Pekak di telinga

Runtuhkan nyaliku

Luluh

 

Sungainya besar

Tak jelas batas lautnya

Hingga tiba-tiba berombak

Menampar wajahku dengan garam

Pucat, memutih dan goyang bergoyang

Takut diombang-ambing

Tak temu arah

Biduk hidupku

 

Malamnya gulita yang mencekam

Tak berteman

Sepi

Hanya terisi mimpi

Yang tak tentu

 

Kurau

Adalah padang pengabdian

Yang wajib dilewati

Untuk kini




=IBG. DHARMA PUTRA=

BORNEO karya : IBG. Dharma Putra

Aku bisa menjelmakan kosong

Menjadi mimpi yang berujung harap

Harapan kujelmakan menjadi teriakan amat kuat

Walau akhirnya kujadikan kelu bisu di jalan buntu

Tenggelam dalam tindakan ragu yang tak jadi keliru

Kuubah kesumat jadi semangat dan kecewa jadi nikmat

Hingga bumiku terjelmakan menjadi guru

Hasilkan hikmat akhir yang riang gembira

Berujung kebahagiaan

Bagi pengabdianmu




=IBG. DHARMA PUTRA=

  

HIDUP karya : IBG. Dharma Putra

Abiogenesis,

Air comberan penuh jentik

Kotor dan bau adalah sumber asal hidupku

Dan kita semua menjadi kumpulan manusia jerami

 

Nyatanya bukan dari sampah membusuk

Tabung lengkung berleher angsa

Buktikan sahih tentang hidup yang baru

Hidup nirmala terjaga suci

Seharusnya dijaga begitu

 

Katanya hidup bermula ledakan dasyat

Menyatunya empat unsur dasar

Oleh petir dan halilintar

Jadi amino yang masih sangat jauh

Berbatas protein, daging, badan dan jiwa

 

 

Hari ini pun tetap misteri

Tidak ada jawab yang pasti

Hidup tersembunyi sangat rapi

Di balik onggokan homeostasis

Aturan hakiki yang ditentukan illahi

 

Homeostasis

Tepian ilmu tak terpahami

Berdenyut merefleks jadikan hidup

Tidaknya berarti mati

Menolaknya berujung tidak mengerti

 

Sebelum adanya hidup seharusnya memang didapat

kosong

Lantas terjadi ledakan menetasnya telur-telur imajinasi

Dalam loncatan yang sepenuhnya takdir filosofis

Dari kosong yang penuh tebakan berisi misteri

Terciptakan udara inti sumber kelegaan

Hingga ada air pemberi jalan keluar

Tertempa api abadi pembebasan

Pada tanah suci yang netral

Jadikan hidup penuh arti

 

di barabai, tengah malam empat tiga sepuluh

 




=IBG. DHARMA PUTRA=