Selalu saja kita hanya sibuk menghitung
Jadwal-jadwal pemberangkatan yang menempel
Di dinding waktu ruang tunggu
Padahal senja telah turun
Menangkupkan langit jauh
Mengantar arah mata angin ke kota entah
Sering kita alpa, manisku
Pada isyarat lampu yang telah menyala
Pada guratan nasib dan garis takdir
Yang mestinya tak dapat diduga
Kita seperti tak pernah memahami
Hakikat sebuah perjalanan
Datang dan pergi
Berangkat dan berhenti!
=A. SETIAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar