Rabu, 12 Agustus 2015

SURUTTUTUR karya : Ayatrohaedi

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Keharuan, kemanisan masa kanak

adalah mimpi yang tak bisa dilupakan

 

Adalah pagi-pagi, punggung kerbau

selalu jadi tunggangan. Musim bersawah

kesibukan kampung di sana tertumpah.

Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:

 

            Darah yang turun-temurun

            tetes bunda penuai padi

            keringat bapa pembajak

            lewat nini lewat aki

            lewat jantung yang berdetak

            semenjak kampung terhuni.

 

            Angkatan demi angkatan

            dan jauh sebelum itu.

 

            Kerbauku sayang, kambing tercinta,

            rumput terhampar di bumi ini

            kalian cuma yang punya.

 

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Keharuan, kemanisan masa kanak

adalah mimpi yang selalu dimimpikan

 

Adalah ketika senja, kereta tebu

selalu jadi incaran. Musim memotong

setiap anak pun berkumpul di sana.

Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:

 

            Cinta yang turun-temurun

            cinta bersemi di hati

            cinta ladang dan tanaman

            lewat bunda cinta padi

            lewat bapa cinta tanah

            tak pernah menjadi kering.

 

            Angkatan demi angkatan

            dan jauh sebelum itu.

 

            Tanahku sayang, ladang tercinta

            keringat ngucur di badan

            adalah cuma untukmu.

 

Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!

Perpisahan antara kita adalah mimpi

yang tak pernah kumimpikan



 

1964

=AYATROHAEDI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar