Selasa, 25 Agustus 2015

DI PANTAU DI PANTAI, DI RANTAU DI RANTAI karya : Hasan Aspahani

: Damhuri Muhammad

 

MEMANG, tak ada tempat

kecuali sekat-sekat

ruang

di samping surau

 

menampung para lelaki

terusir

dari pintu rumah ibu

dari kamar bekas istri

 

Atau

jauh terdesak

ke jarak

 

terhalau

ke rantau

 

*

Kau bilang,

“Memang

Kami telah amat mahir

menanak riang dan risau

menyantapnya di lepau.”

 

*

Jarak

pantai

ke pelantar pelabuhan

hanya ada sejangkau

di seberang surau.

Ketika kabut kalap

laut gelap

itulah saat tepat

untuk melepas tali tambat.

Tak akan ada yang mengantar

ketika lelaki berangkat.

 

Tak ada.

 

Pun bekal

mungkin hanya kain sebungkal

dan sebakal

sesal.

 

*

“Jangan

bertanya

inginkah aku pulang.”

kau bilang,

“karena aku

terbayang pada

mata mata-mata

yang memantau

di rumah

pantai.”

 

Mata para perempuan

yang meningkap

di tingkap.

 

*

“Jangan

bertanya juga,

bagaimana aku

melangkah

di jalan

yang tak terarah

ke rumah,”

kau bilang,

“sebab kaki kami

bagai dirantai

di rantau.”




=HASAN ASPAHANI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar