Selasa, 25 Agustus 2015

SEEKOR KAMPRET BICARA DENGAN DIRINYA SENDIRI karya : F. Rahardi

(Di Puncak Monumen Nasional Jakarta

seekor kampret bicar dengan dirinya sendiri.

Di bawah situ ada turis-turis

ada turis lokal

ada juga satu dua turis mancanegara

 

Suasana senyap

matahari yang menyengat

udara yang gerah

tak lagi terasa)

 

Aku tak peduli pada setan atau Tuhan

Tuhan baik, setan jahat

itu jelas

Tuhan Maha Kuasa, setan tidak

begitu berkuasa, itu juga

tak ada masalah.

Tapi alam raya ini punya kekuatan

dan aku harus menyerap serta

memanfaatkannya untuk bertahan hidup.

 

Tak ada kekuatan baik

tak ada kekuatan jahat

energi itu netral

semua tergantung yang memanfaatkannya

kalau kita manfaatkan untuk tujuan baik

kekuatan itu jadi baik

kalau untuk tujuan jahat

jadinya ya jahat

tapi masih adakah perbedaan

antara baik dan buruk

antara suci dan dosa

antara kuat dan lemah

semua relatif

dan dalam ke Maha Sempurnaan

tak ada lagi kebaikan atau keburukan

tak ada lagi dosa atau bukan

tak ada lagi yang kuat dan lemah

semua selesai dan berhenti

namun waktu meluncur terus

waktu itu belum pernah dapat

dihentikan atau diputar ulang

dan semua menyerah diseret waktu

dibanting-banting

dihentakkan

ditendang

dan kadang dilemparkan jauh sekali.

Dan umat kampret pun kebingungan

mereka mencari-cari panutan

harus ada sesuatu yang dapat

digunakan untuk pegangan

untuk meneropong langit

dan melihat bulan yang bopeng-bopeng

aku akan tampil

di depan khalayak kampret yang loyo

untuk menyalurkan nyali

agar mereka berani bergerak

menggoyangkan pantat

menghentakkan sayap

dan mengikuti getaran musik kosmos

mengikuti nyanyi matahari

dan irama galaksi-galaksi

kapan ya aku mesti mulai

misi ini?

 

(Kampret itu menyedot oksigen

ada aliran hangat yang menjalar

ke sayap-sayapnya)

 

Kekuatan itu ternyata selalu

Ready Stock di alam

ada air, ada oksigen

protein dari nyamuk dan belalang

cuma kita-kita saja yang sering bodo

malas untuk menyedot oksigen

banyak-banyak

 

aku harus segera mengumpulkan

warga kampret

tak ada alasan untuk

menunda-nunda pekerjaan

yang sudah siap untuk dikerjakan

“Warga kampret

ayo kita kumpul

aku mau bicara.”

 

(Suara kampret itu menggelora

ke seantero Jabotabek’

tidak keras tapi terdengar jelas

dan warga kampret yang sedang gundah

yang sedang oleng

dan tak punya pegangan

lalu berbondong-bondong menuju

ke arah tugu Monas.

 

Hari berangsur sore

jumlah kampret yang datang makin banyak

ada yang bergelantung di pohon asoka

ada yang nangkring di patung Diponegoro

ada yang mengencingi kepala Chairil Anwar

dan banyak juga yang ngetem

di stasiun keretaapi Gambir

 

Beberapa ekor ada yang mencoba

masuk ke kantor Departemen Pertahanan

dan Keamanan

tapi buru-buru diusir penjaga

suara para kampret itu berisik

namun sura pimpinan kampret

tetap terdengar jelas)

 

Saudara-saudaraku

para warga kampret

aku tahu saudara-saudara

selama ini menderita

manusia, makhluk kesayangan Tuhan

itu telah merampas milik kita

kita digusur

makanan kita diracuni

kita dibiarkan mati pelan-pelan

kita semua punah

Anda semua mau punah?

 

Tidak!

 

Aku juga tidak mau punah

kita semua tidak mau punah

untuk itu kita semua mesti bermigrasi

kita tinggalkan pulau terpadat

dan terbrengsek di planet bumi

ini dan kita cari gua kapur

yang bagus di Sumatera sana

di sana hutan-hutannya

pasti masih perawan

tidak seperti hutan di pulau Jawa

yang sudah jadi Mak Lampir

sudah jadi nenek-nenek sihir

yang jahat

Anda semua mau ikut bermigrasi?

 

Mau!

 

Aku juga mau bermigrasi

mendampingi Anda semua

kita akan sama-sama bermigrasi.

Namun sebelumnya,

mari kita bikin repot

para manusia di ibu kota Republik ini.

Kumpulkan seluruh warga kampret

Dan kita beraki kota Jakarta dari langit

Setuju?

 

Setuju!

 

Kalau begitu, pidato saya selesai

besuk kita acak-acak

kota Jakarta

Hidup kampret!

Hidup kampret!

Kita pasti menang!

 

(Hari itu Jum’at kliwon

seusai hujan yang turun

selama empat jam.

Jutaan kampret berdatangan

ke kota Jakartra

lalulintas lumpuh

banyak anak-anak yang

mendadak kena rabies

ibu-ibu terjangkit disentri

bapak-bapak terkena kolera

dan banyak gadis-gadis yang

digigit kampret lalu terluka

AIDS.

Vampir!

Ada vampir!

Ada jutaan Drakula

 

Panglima Angkatan Bersenjata

lalu mengerahkan pesawat tempur

dan helikopter

Rudal dipasang

Bom diledakkan

Racun khusus kampret disebar

Sidang kabinet paripurna ditunda

Para menteri cukup berkomunikasi

via telepon genggam

Rumah sakit umum pusat Ciptomangunkusumo

penuh dengan korban kampret

ada yang mati

ada yang luka parah

ada yang tidak lupa apa-apa

tapi jadi gila

stress.

Langit gelap

ditutup kawanan kampret yang

memenuhi langit seperti gayutan mendung)

 

“Apalagi?”

“Sudahlah, cukup.”

(Karena dianggap sudah cukup

pimpinan kampret lalu minta

warga kampret itu untuk

berhenti menyebar teror)

 

Sudahlah, sudah.

Sekarang kita siap-siap untuk

mulai bermigrasi

semua sudah siap sekarang.




=F. RAHARDI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar