Selasa, 18 Agustus 2015

DI DALAM SEPETAK KAMAR karya : Dharmadi

ia pun masih membiarkan daun jendela terbuka;

malam makin merapat. memandang jauh hanya

bayang pepohonan sesekali bergoyang

di bawah sisa-sisa cahaya bulan

luput dari perangkap awan yang mencoba

mengurung dalam laut kelam.

 

sambil mendulang waktu ia pun merasakan

beda rasa udara; “malam menua,” gumamnya.

angin terus mengalir membuka tabir riwayat

tersimpan pada dingin dinding kamar

bau udara masa lalu tak bisa juga terhapus

dengan warna cat baru yang secerah apa pun.

 

kolong ranjang perkawinan menjelma lautan

kelambu mewujud layar kafan

kapuk kasur tak pernah lagi muai dalam jemuran

mengeras membatu menjadi perahu

dan terdampar pada suatu pantai tak bernama

: ia pun sadar benar

tentang waktu yang terus menggiring ke ajal

 

ia lupakan keperkasaan

 



2001

=DHARMADI= 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar