Daun jatuh luruh menangis bumi tertusuk di pangkal akar
fajar membuka rahasia embun di ranting kering
diskriminitatif yang lahir dari pikiran menghanyutkan harapan di sungai tak muara
satu-satu tiang api langit runtuh membakar sayap tipis
benang takdir putus tersandung di langkah sungsang
nyanyian rindu terasa sumbang ketika garis mata kekasih tak lagi lurus menimbang
kemunculan hal-hal berubah sesuai dengan emosi
sementara keajaiban benar-benar ada dalam dirimu sendiri
Apakah kau mendengar suara jiwa mengharap
jangan letih dan menyerah kekasih
sebab basah tidak akan membuat orang tenggelam ketakutan
=ISKANDAR YUSUF=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar