Menyeberangi sebaris puisi
Seperti melewati sebuah taman
Aku jadi bangku, dan
cahaya matahari
serupa waktu
Seseorang akan datang
membaca ulang
Sesat ke ujung malam
Atau menemui terang
fajar terakhir
Seseorang akan datang
dan duduk di bangku
Menulis sebuah pesan
Atau membisikkannya perlahan
Bukan kepada angin
tapi pada semesta
Puisi mungkin mirip
keluh anjingku
Samar, sekaligus nyata
Denpasar, 2001
=KOMANG IRA PUSPITANINGSIH=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar