Selasa, 18 Agustus 2015

GANDUM-GANDUM RANUM karya : Komang Ira Puspitaningsih

Apa jadinya

Bila gandum-gandum yang hampir ranum

di ladang

Menangis kesepian

Kaena nyaring bunyi senapan mesin

Karena mayat serdadu tua itu

dilihatnya menganga

 

Sekotak coklat, belum dibagikan

Sebungkus rokok, masih tersegel rapi

Dan setumpuk kartu pos

yang belum sempat dibalas

“Aku belum mau mati.”

 

Kuambil kotak coklat itu

dan kugenggam

Dan segera leleh

Seperti sayap bidadari

yang hilang

jadi sebaris cahaya

 

Anganku terbang

Menggantung,

melayang

Saat anak-anak kecil murung

Menyamar jadi peri kesedihan

jadi peri masa lalu

yang kehilangan bayangan

 

Peri kecil berwajah sedih

Bidadari mungil tak bersayap

Dan cahaya bintang yang murung

Hangus terbakar cuaca,

remuk jadi arang hitam

Seperti lelehan coklat

di tanganku

 

Mayat serdadu tua itu

masih menganga

“Aku letih.

Tapi istirahku belum usai

di pangkal penghabisan.”

 

Apa jadinya

Bila gandum-gandum yang hampir ranum

di ladang

Menangis kesepian

 

Tapi waktu mengingatkanku pada

sebuah tugu batu tanpa nama

Di sisi ladang gandum

kian menguning




Denpasar, 2002

=KOMANG IRA PUSPITANINGSIH= 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar