Selasa, 18 Agustus 2015

IMPERMANENCE karya : Komang Ira Puspitaningsih

Puisi beterbangan jauh ke langit

Kian tak terjangkau lenganku

Meski warna-warna melambungkan nyawaku

Tanda-tanda kembali menjatuhkan hujan

juga aku

 

Kita selalu menyepi dalam diri

Di kota yang selalu gegas dengan bunyi

Jerat apakah yang tuhan nyatakan untukku

Sesat apakah yang tuhan nyanyikan padaku

 

Ini kotak pandora yang dititipkan Minerva

Peti berukiran cahaya kata-kata

Mantra-mantra luruh menyentuh cahaya

 

Dan puisi

Puisi-puisi pergi menjauh dengan gaduh

Bersama nujuman yang ranum oleh waktu

 

Siapa yang berani menitah kuasa waktu

Bermain-main dengan kesementaraan waktu

 

Tukang tenun yang ditenung itu

Melilitku dengan benang-benang hitam

Menghimpitku tanpa celah arah

Aku tak melihat anak panah

menuju pintu-pintu cahaya

 

Aku menyerah

Sejenak menapaki jalan menuju rumah

Burung-burung menderukan angin

Menderukanmu yang sekarat dan hampir mati

 

Aku membaca perangai riangmu

Mengiangkan igau-igau kesakitan

Di senyum alis matamu

 

Dan aku

Aku tak mampu berlari

Aku tak dapat lagi menjangkau puisi




Jogja, 2012 

=KOMANG IRA PUSPITANINGSIH=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar