Minggu, 09 Agustus 2015

MASIHKAH KAU MEMBUTUHKAN PERUMPAMAAN ? karya : Wiji Thukul

Untuk Prof. Dr. W.F. Wertheim pada ulang tahun yg ke-90 (11-11-1997)

 

Waktu aku di geladak kapal

di tengah Laut Jawa

bersama para TKW dari Malaysia

pulang hendak berlebaran di kampungnya

ingin aku menulis puisi

dengan pembukaan: hidup ini seperti laut

dan aku ini penumpang yang…

tapi apakah hidupku ini masih butuh perumpamaan

 

Waktu aku hendak ke Yogya

lewat Ponorogo Jatisrono terus Wonogiri

dan di Pracimoloyo mampir mandi

di mata air bersama satu-satunya

untuk beberapa desa

waktu naik bis umum

bersama penduduk yang membawa ember

kain baju cucian

berkilo-kilo meter jarak rumah ke

mata air

akan bertanya-tanya

masihkah aku membutuhkan perumpamaan

untuk mengungkapkan ini?

 

Waktu mataku ditendang tentara

dalam pemogokan buruh

dalam hati aku bilang mereka lebih ganas dari serigala

tapi aku masih ragu apakah perumpamaan ini

kupahami

 

Waktu aku jadi buronan politik

karena bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik

namaku diumumkan di koran-koran

rumahku digrebek – biniku diteror

dipanggil Koramil diinterogasi diintimidasi

(anakku –4 th—melihatnya!)

masihkah kau membutuhkan perumpamaan

untuk mengatakan : AKU TIDAK MERDEKA



 

Jakarta, 1 Nopember 1997

=WIJI THUKUL=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar