Minggu, 09 Agustus 2015

DENGAN APA KUTEBUS ANAKKU karya : Wiji Thukul

anak kami lahir

kemarin malam

di rumah sakit

di bangsal murah ya di bangsal murah

berjubel

bersama bayi-bayi lain

di bangsal murah ya di bangsal murah

 

pagi ini

mestinya aku di sana

membantu biniku cucicuci popok

atau memapahnya ke kamar mandi

tapi mana bisa

sebab aku harus berangkat kerja

 

tak kerja tak terima upah tak punya

uang

dengan apa kutebus bayiku?

 

hari ini mestinya aku di sana

membopong bayiku yang dikembani

jarik

agar biniku bisa enak beristirahat

tapi mana bisa

sebab jam delapan tepat

aku harus sudah tiba di tempat

kerja kerja ya kerja

 

tak kerja tak terima upah tak punya

uang

dengan apa kutebus bayiku?

 

sekarang aku mestinya di sana

mencium pipi bayiku yang merah

memeluk biniku yang masih lelah

tapi aku tak bisa

sebab aku harus lembur

aku lelah aku lelah

 

anak kami lahir

kemarin malam

di rumah sakit

di bangsal murah ya di bangsal murah

berjubel

bersama bayi-bayi lain

di bangsal murah ya di bangsal murah

 

karena kami buruh

bayi kami berjubel di bangsal murah

tidak seperti bayi di ruang sebelah

ruangannya lain baunya lain

hawanya lain cahayanya lain

kamarnya lapang suasananya tenang

karena kami buruh

bayi kami berjubel di bangsal murah

jejer jejer seperti para korban perang

 

kata perawat yang kemarin malam

tugas jaga

tarif kamar bayi kami itu murah

tapi tetap masih mencekik juga

sebab untuk nebus bayi kami

kami harus mengganti

dengan kerja

8 jam x 40 hari

8 jam

setiap hari

8 jam dari umur kami setiap hari

dicuri

 

puluhan tahun kami bekerja

setiap hari

kalian merampas sarinya

sari-sari peluh kami

kalian terus peras kami

kalian terus peras

sari-sari bebuahan

vitamin

susu

dan gizi-gizi

yang dibutuhkan tulang-tulang

otot dan jantung bayi

buah hati kami



 

kampung kalangan, 26 Mei 1994 

=WIJI THUKUL=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar