Senin, 17 Agustus 2015

MANIK DARI PUGUNG RAHARJO karya : Dian Hartati

merinduimu ketika malam jadi sempurna

menjejak jalan menuju bukitbukit dan pohonan

lereng dan kemilau carnalim

adalah sebuah pertemuan di juring harapan

undakan punden

akarakar kenangan saling membelit

mengisahkan jambat hangkirat

si pahit lidah

juga kisah tentang anak dalam

 

kemilau sampai di kemiling

ekskavasi tiada akhir

ketika itu tahun saka

bekal kubur

dari zaman ke zaman

 

rambutmu manik,

tergerai di semilir angin

melepaskan kuccit

meremangkan setiap pandangan

tawamu begitu lirih

meraba kupukupu di leher

jenjang

lelah berlatih tari melinting

bergurau

saling berbalas sagata bukahaya

gadis dan bujang

malammalam jadi kenangan

 

sementara kakak

hening dalam sesat

tatapnya nanar

sunyi dalam ritual mantok

diingatnya muanyak

jauh di krui

menjelmakan sengkarut peristiwa

 

mamak berdiang di depan kancah

menunggu kopi menghitam

kagrih

panas bara

sedang musim berganti selalu

dan

selalu berubah

 

moyangku dari zaman tumi

saling berebut masuk hutan menjumpai muli putri

di pangkalan sumur jernih

menyimak rayuh

suara kulintang sebagai tolak bala tumbul dewani

titisan dewa

agar diberkati

disyarati

 

manik kekasihku,

diorama kampung halaman menyadarkan aku

seorang pejalan lelah

merapal sarambai juga cerawan

dimensi waktu telah meluruhkan

keras hati

 

kisah rakata diletup dasyatnya

goncang bumi ganggu tidur

 

ingatlah rumahmu di desa wana

bubungan seolah trapesium

sebuah tradisi di rumah panggung

 

senja ini akan kuceritakan tentang laut

gadinggading mengambang karena keangkuhan manusia

 

dengarlah kahindang ini, sayang

raga yang masai karena jumpa

perahuperahu tinggalkan pesisir pantai

pendatang huni sang bumi ruwa jurai

 

manik, kubawa serta kemilau tubuhmu

di biru lautan

harihari yang kutinggalkan

hanya sekedar siasat

matahari itu pasti kembali

menyinari punggung sebuah bukit

 



SudutBumi, 8 Agustus 2006

=DIAN HARTATI=

Catatan:

carnalim: jenis manic-manik kaca

kuccit: kucir rambut

sagata bukahaya: bentuk pantun percintaan

sesat: rumah adat

mantok: menenen kain tapis

muanyak: seni vocal

kancah: kuali besah

kagrih: aduk

muli putri: bidadari

rayuh: hajatan

sarambai: jenis prosa panjang

cerawan: keluhan jiwa

kahindang: puisi lisan berisi kisah sedih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar