buat: Acep Zamzam Noor
kedatanganku disambut gigil batu
di antara perahu
pekat halimun
juga sepi
aku mencari titik beradamu
duapuluhenam tahun yang lalu
gerak rumputan menceritakan kisah
rengganis dan ki santang
membawa kidung gugur daun
mencipta riak di sehampar kebun teh
masih samar kurasakan tempatmu
udara mencipta beku di separuh tubuh
“di sinikah kau berdiri menghitung lagu jiwa,
di sinikah kau anyam benangbenang kecintaan?”
langkahlangkah itu terpatri
betapa luas jangkauanmu
menuju pulau sasaka
tempat bertemunya dua hati
peraduan di suatu kisah
sepi melingkup saat ini di patengan
gemuruh angin memecah wajahmu
pohonan melindapkan kuasa
akh…
aku dipeluk hangat kabut
: sendiri
SudutBumi, 5 Juni 2006
=DIAN HARTATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar