Minggu, 09 Agustus 2015

INFERNO karya : Arif Bagus Prasetyo

Menjelang ufuk mulai terbentuk, kau dan aku

akan takluk. Pinggul tumpur. Sumsum memasuki api

dengan lenguh lembu hitam.

 

Kau pun hangus aku arang.

Dan sesudah itu abu.

 

Upacara mencapai air. Berbulan-bulan

air. Aroma lumut membangun candi

dari puing-puing garam dan cahaya

tubuh mati.

 

Lalu teluh yang gemuruh semalaman akan kembali

merasuk tanah. Bersekutu. Dan segera tumbuh genta

yang gemanya menidurkan bunga bungur di pepucuk

 

perbukitan. Sehabis desis dan peluh punah

diterjang topan yang melesak dari Aras: tahta bengis

merah-ungu

 

Yang menumpas. Menghempaskan

kau dan aku, sekali lagi, pada padang

 

semut api. Buas. Bringas. Kudus.

 

KuasaNya!

 

Dia telah selamatkan nikmat ini, laknat ini,

berkali-kali, dari takut dan kiamat.

 

“Demi Yang Di Atas Sana. Untuk apa?”



 

1999

=ARIF BAGUS PRASETYO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar