Mataku lelah, tapi tak mau terpejam.
Bersikeras memandang bintang yang ingin padam.
Aku dan bintang saling pandang.
Bertukar tanda, luka, sehembus hasrat yang hampir hilang.
Jam-jam dingin.
Dinding menjalarkan angin.
Di jantung bintang aku tenggelam.
Mabuk mencucuki bibir memar malam.
Di jantungku bintang membayangkan hangus.
Gemetar, ingin padamkan cahaya firdaus.
4 pagi: matahari segera datang.
Dan sejoli burung malam akan pulang, menghilang.
Mataku basah, Bintang, basah.
Sehening daun-daun mapel menjelang rebah.
2008
=ARIF BAGUS PRASETYO=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar