Senin, 03 Agustus 2015

BALLADA GADISNYA JAMIL, SI JAGOAN karya : W. S. Rendra

Begitu ia masuk ke dalam kali 

perawan dengan dada-dada pepaya. 

Sebab kedua matanya 

telah ia tatapkan pada bulan 

dan terkaca pada segala 

hidup bukan lagi miliknya.

 

- Jamil! Jamil!

Bahkan pandang terakhir

tiada aku diberinya. 

Punahlah sudah punah 

lelaki yang hidup dari luka. 

Kerbau jantan paling liar 

memberi gila di dada berbunga.

 

Begitu ia masuk ke dalam kali 

ikan larikan kail di rabunya 

di pusaran putih

segala tuba.

 

- Jamil! Jamil!

Amis darah di mulutnya

kukulum keraknya kini. 

Jamil! jamil! 

Bersuluh obor

mereka mengejarnya 

setelah ia bunuh

anak lurah di pesta.

Dan tikaman paling dendam 

melepas dahaga hitam 

pada tubuhnya yang capai.

 

Si dara menatap bulan di air 

didengarnya bisik arus gaib. 

Begitu ia masuk ke dalam kali.

 

Tiada kemboja di sini

dan gagak-gagak dilekati timah 

pada mata-matanya.

 

Lala! Nana!

Tembang malam dan duka cita! 

Angin di pucuk-pucuk mangga. 

Tapi siapa 'kan nyanyi untuknya?

 




=W. S. RENDRA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar