Selasa, 04 Agustus 2015

AH, OMBAK LAUT DAN DARAT HAMPARKAN HASRAT, BIRU, KUNING karya : Wing Kardjo


 

1

Tahun-tahun hanya tinggal kenangan

Berjalan menyusur Sungai Themes,

memandang gedung, menara

serta jembatan. Merpati

 

terbang dan lonceng tua berdentang. Kesaksian

zaman masih juga berdiri, megah dan anggun,

sedang kita yang pernah menatapnya (Monet,

kau dan aku) mesti berlalu dengan waktu.

 

Lewat malam laut, ferry dan keretaapi terbukalah

pagi. Matahari musim semi layak mimpi.

Tapi yang dulu kujumpa di kapal,

 

antara Jakarta dan Genoa, berkata menyesal,

“Lupakan saja cinta (tak ada apa-apa antara

kita). Kujanjikan persahabatan yang kekal.”

 

2.

Maka London dengan taman-tamannya jadi alum.

Gerimis senja turun, lampu-lampu mulai benderang

hingga mesti kucari perlindungan dari sepi dan

hujan misalnya di sebuah bar remang di Soho.

 

Hanya tambah pedih saja luka. Perempuan-perempuan

begitu hanya pandai merentang jerat, kejam dan

jahat. Tahun-tahun hanya tinggal ingatan, samar

seperti senja. Percakapan tergantung di udara.

 

Dan rumahmu di luar kota, alangkah dingin! Alang-

alang dan rumputan. Lantas kita jalan lagi bagai

bayang-bayang ruh yang merindukan kepenuhan

 

lintas ruang dan waktu. Ah, tinggal ombak-ombak biru,

daratan kuning, hamparkan pula langit bening,

tempat jiwa berbaring.




=WING KARDJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar