Selasa, 04 Agustus 2015

REQUIEM karya : Wing Kardjo

 

1

Sejak kau bernama perempuan

dan angan-angan, suaramu tinggal sunyi,

dataran padang dengan bulan redup, merekam

misteri manusia menuju kelam kematian. Wajahmu

 

tubuhmu, busuk dan hancur, masalalu yang pernah

rindu perlindungan, hangat bantal kemesraan

bercumbu dengan denyaran cahaya yang

menyusuri pelupuk, kehalusan kata

 

yang bersalin bisu, ke mana harus

kucari wajah kebenaran, selain

dalam penyerahan?

 

Hidup permainan dalam kelam

permainan sungguh

mencari cahaya.

 

2.

Kelam dan sinar bergumul, rasuk merasuk

dalam dunia materi, benda harum

dunia, sunyi dalam cermin pecah.

Boneka, surat tanpa alamat,

 

kartu bergambar, majalah hiburan, rambut,

parfum, malam bertemu malam, malam

siang tanpa batas, menyilaukan, sinar

luput dari genggaman, beriak

 

dan beriak atas kain kapan,

putih mengembang

langit bersih dan

 

sepi dari bisik-bisik gelisah, tak

tahu jemu melekat dalam

kemualan daging

 

3.

Dering tilpun memanggil dan menutup sejenak

lelaki seperti sekutu dan seteru yang tak

bosan-bosannya memberi dan menagih,

mengajak dan beranjak. Malam,

 

siang mengaduh bisu, keluh beku menghancurkan

jangat lambat-lambat. Malam rambut hitam

dan kau makin asing dari jagat mereka

yang dulu bersarang dalam rimbun

 

harum taman mawarmu. Burung-burung

bernyanyi pagi dan sepi dalam cahaya

tiada cahaya, sepi tiada api, sepi

 

perempuan di ranjang dengan duri-duri

dan lampu layu, bayangan hari

tiada hari, api tiada api.




=WING KARDJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar