Selasa, 04 Agustus 2015

LE LAC LEMAN karya : Wing Kardjo

Untuk Toeti Heraty     

 

bagai sebuah buku yang halaman-halamannya telah kaukenal, dan nomor-nomor urutannya

pun kauhafal, sebuah kalimat bisa berhenti pada satu tempat dan berlanjut pada

suatu peristiwa yang hanya terjadi dalam kepala, merentang bagai tabir

rahasia, dan sebuah sajak lahir sebab percakapan yang alpa.

 

1

Telaga basah dan burung

berterbangan, angsa

meluncur, angin

musimgugur.

 

Kau kedinginan dan angin melecut

bagai kebosanan. Terhenyak

di cafe, kau lelah antara

cangkir-cangkir kopi

 

dan cognac. Katamu kau ingin menyingkir,

tapi lelaki itu tak henti-henti bicara

tentang tanah hitam di selatan,

 

tentang hutan perawan, tentang hewan-

hewan liar di kawasan cadangan.

Begitu menjemukan!

 

2.

Gerimis terus turun, lewat kaca kautatap

taman, daun bertimbun. Tak sadar

terlontar ajakan,”Antarkan

aku ke penginapan!”

 

Telaga basah dan sampan berjajar

musim gugur bergetar, kala

terbuka segala cadar, hutan

pun di negeri selatan

 

(dan beberapa lembar catatan

harian) malam itu

terbakar.

 

Terang di dalam, terang

di luar dan menyala

lama sekali.




=WING KARDJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar