tampaknya kamu harus benar-benar berjalan-jalan ke luar
sementara garis-garis basah yang lampau dan kuno itu
menghabisi pakaian setengah kering
di halaman tetangga
apa yang kamu punya?
mimpi indah –
setelah bertahun-tahun kamu percaya
ia buruk bagi puisi?
bawalah keluar, tidak apa-apa
masukkan salah satu dari wajah-wajah itu
ke dalam saku jaket tebalmu
satu saja: satu demi satu
tekan kuat-kuat dengan genggaman jari-jarimu
melompatlah dari jendela
jika ada seseorang yang sedang tertidur
sambil memegang kunci rumah
lalu kamu sudah siap dikepung dan mengepung
angin luar bergunjing, kamu memicing
burung-burung berebut kabar, kamu menapak tak sabar
ada ayam berkokok, ayo berbelok
mana tahu ia membangunkan lebih banyak musuh
sebelum kamu sempat menemukan
tong sampah yang tepat
kamu tak perlu merisaukan lampu luar
yang belum dimatikan
sebab tak ada yang boleh tahu
kamu mampu bangun sepagi ini
kamu tak boleh membuat mereka
yang berpendapat lain tentangmu kecewa
nanti musuh tanpa konflik yang jelas bertambah
sementara bulan yang kamu sebut bulan
tak pernah berubah jumlah
tak bisa diingat sebagai milik pribadi
sementara kamu tak pernah sanggup
menyimpan fasilitas umum sebagai kenangan
meskipun pikirmu, semua yang kamu kira-miliki
adalah kepunyaan orang
hanya ada satu tong sampah
agak di depan
tak banyak orang modern di lingkungan ini
orang-orang tradisional selalu menyimpan sendiri
sampah-sampahnya dan membakarnya
di lubang depan rumah
: biar tetangga tahu mereka juga bisa marah
buanglah wajah dalam kantongmu
yang mulai berat itu ke dalam tong
: biar mereka tahu orang modern yang kesepian pun
tak butuh kenangan
atau mumpung tak ada yang lihat
: orang modern tak bisa marah
kepada sampahnya sendiri
lupakan rencana surat-menyurat
dengan seorang teman rahasia
: seorang teman modern tak akan mau
mengorek tong sampah
untuk membaca keluhan tentang sms
yang tak dibalas
belikan wine, barangkali
ia akan mendengarkan pendapatmu sambil pura-pura
tak mabuk
: mengapa penyanyi favoritmu tak pernah menegurmu
atau mungkin ia akan menidurimu
dan bertanya sambil menyedekahkan marijuana
: mengapa kamu ingin membunuh orang lagi
padahal fungsi orang jahat adalah melatihmu
mencintai dengan tulus
jangan, jangan kembali ke kampung halaman
kamu sendiri yang bilang
: pejalan dan orang yang berlari tak ingin pulang
– apalagi peragu sepertimu
andai pun lidya belum meninggal
ia seharusnya sudah mati
andai pun ibumu tak hilang
ia semestinya sungguh tak ada
tak punya kawanan itu baik
bagi domba yang sedang disembelih
seharusnya tak ada bedanya
apakah kamu memiliki teman?
apakah kamu memilikiku?
kamu telah kehilangan semuanya
kecuali mimpi-mimpi buruk dan pikiran tak sehat
beranjaklah, lagu-lagu maha sedih dan penyayang itu
tidak ditulis untukmu
ya, begitu, melangkah
kamu boleh membut skenario sendiri
mengenai affair singkat dengan pagi hari
bahkan yang benar-benar lain
; beramai-ramai, kencan dobel, homomemorial,
sunyi-masokhis
kamu boleh menuliskannya kelak
mencarikannya penerbit dan meletakkannya di toko buku
lalu berdebar-debar oleh tatapan sinis seseorang
yang mendekap bukumu dengna cinta yang nyaris meledak
– dan tak ada orang yang menolong
Oh, mengapa ke sana?
di dapur hanya ada sisa makanan
kenangan yang basi tentang garis-garis lampau yang kuno
dan piring-piring kotor yang masih dapat kamu simpan
hingga beberapa jam lagi
tidak, dengarlah
lihat! apa sih yang dia punya?
seorang musuh telah bangun dan keluar lebih dulu
tanpa kunci –
pintu rumahmu tak pernah terkunci?
(berbisik)
oh, tak tahukah dua puluh tahun ini kujodohkan kamu
dengan harapan…
=DINA OCTAVIANI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar