Berbelit membiru jalan
ke Gede dan Pangrango,
lewat musim penghujan.
Gadis-gadis menyongsong pagi
di pucuk-pucuk teh yang menggeliat,
di katil orang lain menanti.
Berbelit membiru jalan
ke Gede dan Pangrango,
lewat angin dari selatan.
Ujang-ujang menyongsong hari
memikul kentang ubi galian,
dengan belati orang lain menanti.
Berbelit membiru jalan
ke Gede dan Pangrango,
juga penyair dinanti tikaman orang.
=RAMADHAN K. H.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar