Kembang tanjung berserakan
di jalan abu menghitam,
ditusuk bintang di timur,
hati luka di pekuburan.
Mau pergi, Nak?
-Ya, Ma. Ke mana?
- Entah, turutkan jejak lama.
Tak singgah dulu, Nak?
- Ya, Ma,
singgah cucurkan air mata.
Kembang tanjung berserakan
dipungut gadis berdendang.
Gede mengungu di pagi hari,
bintang pudar, bulan pudar,
si anak tinggalkan pekuburan,
bersedih hati.
Kembang tanjung berserakan,
dan melayu di tali benang.
=RAMADHAN K. H.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar