aku menangisi stasiun yang kering
dan seperti seharusnya tak seorang pun peduli
selembar karcis bekas; penuh kutulisi
aku pernah mencintaimu setiap hari
dengan tubuh hijau dan pikir yang memar
mengagumi kejahatan-kejahatan kecil
: tanda cinta yang orisinil
tapi hari ini mau ke mana aku mau ke mana
sekopor pakaian dan buku yang itu-itu juga
dalam sakit aku telah mengganti semua merk dan judulnya
agar semua waspada, agar kamu curiga
agar tak seorang percaya:
dalam hatiku tak satu bisa berubah
senja kesekian memasuki stasiun
di seberang gereja lama kamu muncul
dengan rindu yang asing seperti kemarin
; mengacung namaku tinggi-tinggi
bibirmu terbuka
aku menghambur tanpa malu:
memelukmu aku memeluk udara
=DINA OCTAVIANI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar