Siang ternyata hanya seorang pejalan jauh
Di atas kepalanya yang tak pernah teduh
udara kosong. Dan burung-burung hanya beterbangan
bagai kasih dan bisik-bisik kita
bagai lembut tangan dan cinta sia-sia kita
dan kata-kata mengalir bagai sungai ke lautan birunya
Mengapa maut juga yang tak terhindar
dan malam? Mustahil tidur
Gerimis hanya berangkat ke rumput-rumput
daun-daunan dan ginggang beracun…
1973
=ABDUL HADI WIDJI MUTHARI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar