Dalam hutan-hutan yang terik gerimis bersenandung
pada siang dan malam mimpi burung-burung
Temaram mata langit terpejam karena nyala sebuah tungku
sewaktu kabut terbakar oleh goncangan angin dan salju
Dan rindu mengapa seketika pedih seakan iringan air
berdengung dalam pawai kabung dari ulu jam ke lautan
Barangkali kau tak tahu si pengirim menunggu jawaban
atas suratnya yang tak sampai, di jendela terjatuh cahaya bulan
1974
=ABDUL HADI WIDJI MUTHARI=
=ABDUL HADI WIDJI MUTHARI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar