Air laut naik ke sungai-sungai
ke sumur-sumur tempat minum
lalu hilir mudik di pembuluh darah
mendorong roda pedati, meniti jalan tanpa peta
hingga sesal mendesak jagad
ke mana lagi ujung seluruh nafas
lelah
leleh
luluh
dada kurus terobek
jantung melompat keluar, berjalan
menuju padasan mengambil air wudhlu
sujud dalam sendiri
angin beku, serangga bisu
lenyaplah barat timur utara selatan
sidratul muntaha
dalam butiran embun cerlang
di daun cendana sari
Lakhaula wala quwwata illa billah
waktu berhenti
di ubun-ubun malam tanpa tepi
Jakarta, 19 Nopember 2002
=BUDHI SETYAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar