Embun pagi melukis di segelas teh
cicit anak burung menatap waktu
potret alam semesta dalam telapak tangan
membawa berbakul-bakul perbuatan
lewat wajah-wajah berdebu
petir yang menyanyi adalah jerit rindu
kemabukan yang senantiasa mengalir
menuju lautan
kun fayakun
dalam berabad-abad terlipat
aku masih
asyik mencecap air susu-Mu
dalam Cinta-Mu
aku bayi selalu
telanjang
Jakarta, 7-12 Nopember 2001
=BUDHI SETYAWAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar