Ketika lorong lorong waktu menghembuskan
Bayanganmu jauh ke balik gumpalan angin
Kusimpan semua indah aksaraku dilipatan jemari hening
Meski malam kerapkali membuat barisan rindu
Seperti mulut para penghasut penuh lena buai
Pupus hasrat menguntai kata dari setiap titik debu bayanganmu
Ruang waktu telah menggariskan senja dari pucuk luka
Puisi indah tentangmu bukan lagi milikku
Telah kuserahkan aksaraku pada semesta kesedihan
Dimana abu dan patahan duka kian menjadi karib
Dan aku hanyalah penggembala elegi dari negeri malam
=MERPATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar