Indonesia Incorporated:
Mengubah ambisi jadi dedikasi!
Pulang studi dari Jepang
Kromo belanja semangat bushido
belajar melukis sumi’e
sembari latihan kendo
di desanya, di kebon mbako.
Kalau mau gemah ripah loh jinawi
Indonesia mestinya jadi perusahaan saja
Ada presiden direkturnya, ada presiden komisarisnya,
satpam, serikat sekerja,
tapi yang penting, ada Basic Philosophy nya!
Ini bukan sekedar transformasi budaya
Ini metamorphoses bangsa!
Mampir di Semaul Umdong Korea Selatan
Kromo mengembangkan gagasannya:
Kanoman sebaiknya jadi brigade pembangunan
cancut taliwanda mengubah impian jadi kenyataan.
Generasi tua tu mestinya berkorban
mencukupkan diri dengan semangkuk bubur
celana pangsi hitam dan RSS
sekedar untuk bertahan
membuka harapan untuk generasi yang akan datang
Indonesia INC
bakal mengubah warganegara jadi sumberdaya manusia
yang memiliki keunggulan kompetitif
dengan ilmu dan teknologi
berkepemimpinan demokratis
serta tentu saja filsafat dasar “post capitalism”
: Sugih tanpa bandha!
Singgah di Hong Kong
Kromo kulak Hong Sui, Goa Mia, Dong Su dan tentu saja Hoki
Lupa Cheong Sam, Ang Pao, Amy Yip maupun Lin Ching Shia.
“Bisnis itu hidup dan hidup itu bisnis!”
“Bekerja cari uang itu untuk orang melarat
membiarkan uang bekerja untuk manusia itu konglomerat!”
“Sepatu itu biar indah tetap di kaki,
topi biar runyam tetap di kepala!”
Sampai di tanah tumpah darahnya,
Nggrigak, Gunung Kidul,
Kromo merancang proklamasi negara usaha-nya:
“Kami, para pemilik tanah air dan tenaga kerja Indonesia
dengan ini menyatakan berdirinya Indonesia INC
Kemiskinan akan kami jadikan kemakmuran
Kebodohan jadi kecerdasa
Kenistaan jadi kemuliaan!
Kami sedia bekerjasama, tapi tak sudi ketergantungan!
So. Go to hell IGGI!”
Kita telah membangun Borobudur
Kita telah bangun PLTN di Jepara
Proyek otorita BATAM
Toni Roma’s ribs restaurants, Sizzler,
Hard Rock Café di samping kampung Betawi & Oud Batavia
Jadi kang, tak ada alasan untuk muram
Bener!
Rupiah boleh jatuh di Wallstreet,
Tembakau boleh numpuk di Bremen,
Yayuk Basuki boleh kalah di Wimbledon
Tapi Indonesia INC bakal tetap jaya
seperti Nippon sejak jatuhnya rezim Tokugawa
Kita punya Rendra
Kita punya Habibie,
Kita punya mas Prayoga, oom Liem, eyang Oei Tiong Ham
dari pajak mereka akan kita bangun koperasi
dan dengan koperasi, kita angkat martabat lik Parto dan bik Meniek
Okay?!
Jadi, tak ada alasan untuk ewuh aya mas
Mari kita rubah republik jadi kumpeni
Satu negara perusahaan yang tak terbayangkan
juga oleh Sun Tzu, Musashi atau Panembahan Senopati.
Demikianlah hasil langlang buana Kang Kromo
njajah deso milang kori
Tolong jangan ditangkap
bila beda pendapat.
We’re entering postmodern era bung
Pikiran mesti terbuka
Hati mesti ikhlas dan rela!
--------------------------
Di jalan Terate di Bandung
tanggal 2 Juli 1986
Sukardal menulis:
“Saya mati korban Tibum”
lalu ia menggantung diri di pohon tanjung
- Innalillahi wa innailaihi rojiun
- Rest in Peace Sukardal
=DARMANTO JATMAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar