Minggu, 16 Agustus 2015

PATRIOTISME KROMO karya : Darmanto Jatman

Indonesia Incorporated:

                                                                Mengubah ambisi jadi dedikasi!

 

Pulang studi dari Jepang

Kromo belanja semangat bushido

belajar melukis sumi’e

sembari latihan kendo

di desanya, di kebon mbako.

 

      Kalau mau gemah ripah loh jinawi

      Indonesia mestinya jadi perusahaan saja

      Ada presiden direkturnya, ada presiden komisarisnya,

      satpam, serikat sekerja,

      tapi yang penting, ada Basic Philosophy nya!

      Ini bukan sekedar transformasi budaya

      Ini metamorphoses bangsa!

 

Mampir di Semaul Umdong Korea Selatan

Kromo mengembangkan gagasannya:

Kanoman sebaiknya jadi brigade pembangunan

cancut taliwanda mengubah impian jadi kenyataan.

Generasi tua tu mestinya berkorban

mencukupkan diri dengan semangkuk bubur

celana pangsi hitam dan RSS

sekedar untuk bertahan

membuka harapan untuk generasi yang akan datang

 

      Indonesia INC

      bakal mengubah warganegara jadi sumberdaya manusia

      yang memiliki keunggulan kompetitif

      dengan ilmu dan teknologi

      berkepemimpinan demokratis

      serta tentu saja filsafat dasar “post capitalism”

      : Sugih tanpa bandha!

 

Singgah di Hong Kong

Kromo kulak Hong Sui, Goa Mia, Dong Su dan tentu saja Hoki

Lupa Cheong Sam, Ang Pao, Amy Yip maupun Lin Ching Shia.

“Bisnis itu hidup dan hidup itu bisnis!”

“Bekerja cari uang itu untuk orang melarat

membiarkan uang bekerja untuk manusia itu konglomerat!”

“Sepatu itu biar indah tetap di kaki,

topi biar runyam tetap di kepala!”

Sampai di tanah tumpah darahnya,

Nggrigak, Gunung Kidul,

Kromo merancang proklamasi negara usaha-nya:

      “Kami, para pemilik tanah air dan tenaga kerja Indonesia

      dengan ini menyatakan berdirinya Indonesia INC

      Kemiskinan akan kami jadikan kemakmuran

      Kebodohan jadi kecerdasa

      Kenistaan jadi kemuliaan!

      Kami sedia bekerjasama, tapi tak sudi ketergantungan!

      So. Go to hell IGGI!”

 

Kita telah membangun Borobudur

Kita telah bangun PLTN di Jepara

Proyek otorita BATAM

Toni Roma’s ribs restaurants, Sizzler,

Hard Rock Café di samping kampung Betawi & Oud Batavia

Jadi kang, tak ada alasan untuk muram

Bener!

Rupiah boleh jatuh di Wallstreet,

Tembakau boleh numpuk di Bremen,

Yayuk Basuki boleh kalah di Wimbledon

Tapi Indonesia INC bakal tetap jaya

seperti Nippon sejak jatuhnya rezim Tokugawa

Kita punya Rendra

Kita punya Habibie,

Kita punya mas Prayoga, oom Liem, eyang Oei Tiong Ham

dari pajak mereka akan kita bangun koperasi

dan dengan koperasi, kita angkat martabat lik Parto dan bik Meniek

Okay?!

 

Jadi, tak ada alasan untuk ewuh aya mas

Mari kita rubah republik jadi kumpeni

Satu negara perusahaan yang tak terbayangkan

juga oleh Sun Tzu, Musashi atau Panembahan Senopati.

 

            Demikianlah hasil langlang buana Kang Kromo

            njajah deso milang kori

            Tolong jangan ditangkap

            bila beda pendapat.

            We’re entering postmodern era bung

            Pikiran mesti terbuka

            Hati mesti ikhlas dan rela!

--------------------------

Di jalan Terate di Bandung

tanggal 2 Juli 1986

Sukardal menulis:

“Saya mati korban Tibum”

lalu ia menggantung diri di pohon tanjung

-    Innalillahi wa innailaihi rojiun

-    Rest in Peace Sukardal




=DARMANTO JATMAN=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar