Minggu, 16 Agustus 2015

HAI TIBUM ! karya : Darmanto Jatman

Tibum tu ya apaan sih, bisik Moci

Lho Tibum tu ya tibum

Tibum itu bukan tissue, bukan timba, apalagi t. shirt

Tibum itu t.i.b.u.m: tibum

Bum bum bum

 

E. jangan salahkan Tibum kalau mereka merampas becakmu

                                                lalu membuangnya ke laut Jawa

mereka cuma melaksanakan tugas mereka!

(Astagfirullah. Ampunilah kiranya!)

Jalan salahkan Tibum kalau mereka merubuhkan rumah

                                                kardusmu sepanjang rel SMG-Jkt

Mereka aparat yang patuh pada perintah!

(Astagfirullah. Ampunilah kiranya!)

Jangan salahkan Tibum kalau mereka menggusur PKL

                                                sepanjang trotoar Simpanglima

Mereka disiplin. Efektif dalam melaksanakan instruksi

(Ampunilah wahai

Jangan biarkan Ribum jadi bahan ejekan anak-anak ingusan:

Bum bum bum. Tibum tibum tibum)

 

Seorang guru besar sosiologi dari kampusnya berkilah:

Seperti juga birokrasi, Tibum itu Cuma jari-jari mungil gurita

                                                                     raksasa yang bernama

Pembangunan

Gurita yang juga memangsa beribu Sukardal lagi di berbagai

                                                           negeri sedang berkembang.

Itulah prakteknya dan itulah teorinya. Mudheng?!

Sementara Ki Ageng Kali bertutur:

Sebenarnya masih ada lho cara lain untuk membangun; namun, yah

Halleluya. Puji Tuhan yang telah membebaskan Sukardal dari

                                                                                    penderitaan

(Tuhan sertamu)

Halleluya. Puji Tuhan yang telah menyelamatkan kita dari

                                                                     piramida pengorbanan

(Tuhan sertamu!)

 

-    Tapi Sukardal bukan martir, bukan santu

     Ia mati bunuh diri!

                        - Ya Allah. Ampunilah ia

                           karena tidak mengerti apa yang dilakukannya.

-    Ia bukan samurai yang harakiri

     menegakkan martabat para satria Jepang

                        - Ya Allah. Ampunilah ia

                           karena ia tidak mengerti apa yang dilakukannya.

-    Amin!

 

                        -   Ia bukan pejuang Intifadah Palestina

                            Ia manusia biasa yang mati dengan dendam dan kecewa

                            Ampunilah kiranya bila matinya sia-sia

                            Jangan permainkan namanya

                            Dasar lagi sial Dal Dal

                            Dal idul idal inah!

 

Dan sekarang wahai Sukardal

Katakanlah di mana rumahmu, di surga mana

Adakah kausaksikan hati Tibum yang gegetun

dengan luka tombak di lambungnya

dan luka paku di telapak tangannya?

-    Wahai Sukardal

     Jabatlah tangan Tibum yang mestinya jadi gembalamu

-    Wahai Tibum

     Jabatlah tangan Sukardal yang mestinya jadi tugasmu menjaganya

     Tuhan bakal memberkati kalian

     Mengalirlah ampun dari keluberan hati kalian

     Amin!

 

Hei Tibum

Hei Sukardal

Merdeka!




=DARMANTO JATMAN=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar